Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 1 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) mengajak ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Babatan, Kecamatan Balongpanggang, melakukan pencegahan DBD dengan bahan alami.
Sosialisasi ini dilaksanakan oleh tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan UMG, yaitu Nur Faizah, Nufy Aisha Kannitha, dan Rumi Aida Zulfia. Kegiatan yang dihadiri 27 ibu-ibu PKK ini berlangsung pada Sabtu (16/8/2025) di Balai Desa Babatan pukul 13.15 WIB.
Acara diawali dengan pembagian brosur, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai DBD, meliputi ciri-ciri nyamuk penyebab DBD serta langkah pencegahannya. Pemateri menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menekan angka kejadian DBD, salah satunya dengan mengurangi gigitan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penular. Selain itu, dijelaskan pula manfaat sereh merah sebagai tanaman pengusir nyamuk alami.
Salah satu mahasiswa KKN menjelaskan, sereh merah dipilih karena mengandung minyak atsiri berupa citronella yang beraroma khas dan terbukti mampu mengusir nyamuk.
“Selain sebagai upaya pencegahan DBD, produk ini ramah lingkungan dan bisa menjadi peluang usaha masyarakat,” ujarnya.
Ibu-ibu PKK terlihat antusias saat mempelajari cara membuat spray anti nyamuk dari sereh merah. Dengan metode sederhana, mereka dapat membuatnya secara mandiri di rumah tanpa biaya besar. Kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai cara tradisional lain yang biasa digunakan untuk mengusir nyamuk.
Dalam sosialisasi tersebut, ibu-ibu PKK juga diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin menguras bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Langkah sederhana ini menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus DBD di Desa Babatan.
Di akhir acara, setiap peserta mendapatkan sampel spray sereh merah siap pakai. Harapannya, mereka dapat mempraktikkan kembali di rumah sekaligus menyebarkan informasi kepada tetangga dan keluarga.
Semua anggota PKK menyambut baik kegiatan ini. Bu Hartini, salah satu kader PKK, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN. Ia berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya DBD, sehingga upaya kolektif tersebut mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus menekan kasus DBD di Desa Babatan. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments