
PWMU.CO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang tergabung dalam Kelompok 23 mengadakan kegiatan sosialisasi anti-bullying di UPT SD Negeri 143 Gresik.
Kegiatan ini ditujukan bagi siswa kelas 3 dan 4 sebagai upaya meningkatkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya mencegah perundungan di lingkungan sekolah, Sabtu (19/7/2025).
Sosialisasi ini dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Psikologi sebagai bentuk kepedulian terhadap isu perundungan di kalangan anak-anak sekolah dasar.
Sebelum kegiatan berlangsung, para mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan pendekatan dengan para siswa, termasuk melakukan observasi untuk memahami kondisi dan kebutuhan mereka. Dengan persiapan tersebut, sosialisasi anti-bullying akhirnya dapat dilaksanakan di UPT SD Negeri 143 Gresik secara efektif dan tepat sasaran.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat dukungan penuh dari para guru di UPT SD Negeri 143 Gresik. Baik kepala sekolah maupun dewan guru menyambut positif inisiatif tersebut dan langsung menyetujui pelaksanaannya.
Mereka juga memberikan dukungan fasilitas dengan menyediakan berbagai perlengkapan yang diperlukan. Selama kegiatan berlangsung, para guru turut membantu dalam mengkondisikan siswa agar sosialisasi berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir.
Kegiatan dimulai dengan menyapa dan menanyakan kabar para siswa untuk membangun suasana yang akrab dan nyaman. Selanjutnya, siswa diajak menyimak video animasi edukatif dari YouTube yang menjelaskan tentang bullying melalui tokoh-tokoh parodi yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Video animasi tersebut menjadi pembuka yang menarik perhatian siswa dan menumbuhkan rasa ingin tahu mereka tentang isu yang akan dibahas. Hal ini terbukti dari respons beberapa siswa yang menyimak dengan baik. Saat ditanya mengenai bullying, mereka mampu menjelaskannya dengan tepat.
Setelah itu, mahasiswa menyampaikan materi singkat seputar definisi bullying, jenis-jenis bullying, cara menghindarinya, serta dampak negatif dari perundungan terhadap korban. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan usia siswa agar mudah dipahami.
“Kami melihat sendiri masih ada siswa yang suka mengejek temannya, berkata kasar, bahkan melakukan bullying secara fisik seperti memukul. Tidak jarang hal ini memicu terjadinya perkelahian. Oleh karena itu, kami merasa kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan,” ungkap salah satu mahasiswa KKN, Andin.
Sesi terakhir dari kegiatan ini menjadi momen yang paling berkesan. Para siswa diajak untuk membubuhkan cap telapak tangan mereka di atas sebuah banner putih menggunakan cat warna-warni.
Aksi ini menjadi simbol dari komitmen mereka untuk ikut menghentikan praktik bullying di lingkungan sekolah. Banner yang telah dipenuhi cap tangan siswa kemudian dipajang di dinding kelas dengan bantuan mahasiswa KKN dan beberapa guru di SD Negeri 143 Gresik. Banner tersebut dipasang sebagai bentuk pengingat sekaligus motivasi bagi para siswa agar senantiasa bersikap baik dan menghormati sesama.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi dokumentasi oleh tim Publikasi dan Dokumentasi (Pubdekdok) KKN Kelompok 23. Melalui dokumentasi tersebut, pesan moral tentang pentingnya menghentikan bullying diharapkan dapat tersebar lebih luas melalui media sosial sehingga dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya untuk melakukan hal serupa.
Perubahan perilaku siswa akan dipantau melalui observasi lanjutan dan pemberian pre-test serta post-test. Soal-soal yang digunakan disusun dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak agar siswa dapat mengerjakan dengan baik dan hasilnya dapat menjadi indikator efektivitas sosialisasi anti-bullying.
Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan siswa, kegiatan sosialisasi ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan karakter dapat ditanamkan sejak dini melalui langkah sederhana, namun berdampak besar. Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, aksi bullying dapat dihentikan sehingga bersama-sama kita dapat melahirkan generasi bangsa yang cerdas dan beretika. (*)
Penulis Milla Mauludiyah Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments