Lima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) kembali menginjakkan kaki di Desa Bangeran, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Selasa (17/2/2026).
Kelima mahasiswa Program Studi Teknik Industri Kelompok 01 tersebut yakni Ahmad Gafan Abdillah, Muhammad Ilham Febriyanto, Rifki Putra Ramadhan, Vivi Mayangsari, dan Adinda Cahyafitriani. Mereka mengunjungi kembali desa lokasi pengabdian setelah menyelesaikan 40 hari pelaksanaan KKN.
Didampingi Rosyid, perangkat desa yang juga berprofesi sebagai petani, rombongan menuju area persawahan di pinggir desa. Di lokasi tersebut berdiri sebuah konstruksi setinggi sekitar tujuh meter, dengan satu meter bagian tiang ditanam ke dalam tanah. Untuk menjaga kestabilannya, bagian dasar tiang diperkuat melalui proses pengecoran agar mampu bertahan terhadap cuaca dan terpaan angin di area persawahan. Bangunan itu mereka beri nama RUBUHA.
Ilham, sapaan akrab Muhammad Ilham Febriyanto, menjelaskan bahwa RUBUHA merupakan singkatan dari Rumah Burung Hantu.
“RUBUHA adalah solusi alami untuk mengatasi hama tikus yang menjadi musuh utama petani,” ujarnya.
Ia menuturkan, pembangunan Rumah Burung Hantu (RUBUHA) dilaksanakan pada Selasa (4/2/2026) sebagai salah satu program kerja KKN Kelompok 01 Desa Bangeran. Program ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung sektor pertanian berbasis ramah lingkungan.
Menurut Ilham, pembangunan RUBUHA dilatarbelakangi oleh permasalahan hama tikus yang kerap menyerang lahan pertanian warga dan berpotensi menurunkan hasil panen. Sebagai solusi alternatif, mahasiswa menghadirkan habitat burung hantu yang dikenal sebagai predator alami tikus, sehingga diharapkan mampu menekan populasi hama tanpa penggunaan bahan kimia.
Pembangunan RUBUHA dilakukan di lahan persawahan milik Rosyid. Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan pemilik lahan tersebut menjadi langkah konkret dalam menjawab permasalahan pertanian yang dihadapi masyarakat Desa Bangeran.
Sebelumnya, pada pertengahan Januari 2026, mahasiswa KKN melakukan survei lokasi serta diskusi bersama pemilik lahan untuk menentukan titik pemasangan yang strategis dan aman. RUBUHA dibangun menggunakan material kayu dan bambu yang disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi.
Ilham berharap, pembangunan RUBUHA menjadi penerapan nyata pendekatan sistem, perencanaan kerja, dan analisis lapangan yang dipelajari di Program Studi Teknik Industri.
“Melalui proses survei dan penguatan konstruksi yang kami lakukan, kami berharap RUBUHA dapat berfungsi optimal dan menjadi solusi jangka panjang bagi petani dalam mengendalikan hama tikus,” tuturnya.
Rosyid menyambut baik program tersebut dan berharap manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Selama ini hama tikus cukup meresahkan dan sangat memengaruhi hasil panen. Semoga dengan adanya rumah burung hantu ini, populasinya bisa berkurang secara alami,” katanya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 01 Desa Bangeran, Dr. Noor Amirudin, M.Pd.I., turut mengapresiasi program pembangunan RUBUHA. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan contoh penerapan ilmu akademik yang dikolaborasikan dengan kebutuhan nyata masyarakat desa.
“Program RUBUHA menunjukkan mahasiswa Teknik Industri mampu menerapkan pendekatan sistem dan perencanaan matang dalam menjawab permasalahan sektor pertanian. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai solusi pengendalian hama yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Teknik Industri UM Gresik berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung sistem pertanian yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menciptakan solusi berbasis potensi lokal di Desa Bangeran. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments