Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa KKN UMG Berkolaborasi dengan Damkarla Kabupaten Gresik Gelar Sosialisasi K3 Rumah Tangga di Desa Sekargadung

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa KKN UMG Berkolaborasi dengan Damkarla Kabupaten Gresik Gelar Sosialisasi K3 Rumah Tangga di Desa Sekargadung
pwmu.co -
Foto bersama setelah kegiatan sosialisasi (Zaeckee Ekanda B/PWMU.CO)

PWMU.CO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Rumah Tangga di Desa Sekargadung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Rabu (5/2/2025).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Mahasiswa KKN UMG dengan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik.

Kegiatan yang ditujukan bagi ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sekargadung ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu yang lebih banyak beraktivitas di dapur, agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran serta memahami langkah-langkah penanganan pertama saat terjadi kobaran api.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan para peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan penting yang dapat berguna dalam menghadapi situasi darurat.

Pemateri dari Damkarla Pos Dukun, Kabupaten Gresik, Erix Erfianto, menjelaskan berbagai klasifikasi kebakaran, penyebabnya, serta langkah-langkah penanganan pertama.

“Kebakaran dibagi menjadi empat kelas. Pertama, kebakaran kelas A, yaitu kebakaran yang melibatkan bahan padat non-logam, seperti kayu, kain, kertas, dan kasur. Cara pemadamannya dilakukan dengan menurunkan suhu atau mendinginkan area yang terbakar, biasanya dengan menyiram air. Selanjutnya, kebakaran kelas B, yaitu kebakaran yang melibatkan bahan bakar cair, seperti minyak, solar, dan elpiji. Cara pemadamannya dilakukan dengan mengisolasi udara, yaitu menutup sumber api menggunakan kain tebal yang telah dibasahi,” jelasnya.

Erix Erfianto juga menjelaskan bahwa terdapat kebakaran kelas C, yaitu kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Cara pemadamannya dapat dilakukan dengan menggunakan pasir atau tanah untuk memutus aliran listrik dan mencegah penyebaran api.

Terakhir, kebakaran kelas D, yaitu kebakaran yang melibatkan bahan yang mengandung logam. Penanganannya memerlukan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) khusus yang dirancang untuk jenis kebakaran ini.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selain pemberian materi, kegiatan ini juga mencakup praktik langsung agar masyarakat lebih memahami cara penanganan pertama kobaran api dengan baik dan benar.

Praktik langsung pemadaman api (Devita Safa K/PWMU.CO)

Sementara itu, Koordinator Pos Damkarla Dukun, Didik, berpesan bahwa jika terjadi kebakaran, langkah pertama yang harus diambil adalah berusaha menangani api secara mandiri jika masih memungkinkan.

“Namun, jika api sulit dikendalikan, segera hubungi Damkarla Kabupaten Gresik melalui nomor darurat 112 atau 0313985300,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Sekargadung dapat memahami langkah-langkah penanganan pertama saat terjadi kebakaran serta lebih waspada dalam menjalankan aktivitas yang berhubungan dengan api. (*)

Penulis Raditya Ayuningtyas Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu