Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa KKN UMG Dorong Digitalisasi UMKM di Desa Sumber Wuluh

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa KKN UMG Dorong Digitalisasi UMKM di Desa Sumber Wuluh
Program peningkatan kapasitas UMKM oleh KKN Mahasiswa UMG. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kelompok 8 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik menggelar program peningkatan kapasitas UMKM melalui pengenalan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan digitalisasi usaha di Balai Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Desa Kunardi, S.Sos ini diikuti oleh puluhan pelaku usaha lokal yang antusias mempelajari teknologi digital untuk mengembangkan bisnis mereka. Program ini merupakan bagian dari tema besar KKN UMG tahun 2026, yakni “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program KKN Berdampak dengan Optimalisasi Potensi Lokal Menuju Desa Mandiri”.

Kegiatan yang dipimpin oleh Mukhammad Jerry Vernando Four sebagai ketua kelompok dan dibimbing oleh R. Achmad Djazuli, SP., MMA selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), melibatkan 15 mahasiswa dari berbagai program studi.

Lima mahasiswa Program Studi Manajemen menjadi motor penggerak program ini, yakni Diana Faradilla Maharani Putri, Adelia Ramadhani Salsabilla, Aurelia Stefany Safitri, Devi Arroiyani, dan Keysha Ratuluna. Mereka merancang materi pelatihan yang komprehensif mencakup tiga aspek penting: pengenalan QRIS sebagai solusi pembayaran digital, pentingnya legalitas usaha melalui NIB, dan optimalisasi kehadiran digital melalui Google Maps.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Kunardi menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN UMG.

“Kehadiran mahasiswa KKN dengan program digitalisasi ini sangat kami butuhkan. Banyak pelaku UMKM di desa kita yang masih belum memanfaatkan teknologi digital, padahal ini bisa membuka peluang pasar yang lebih luas,” ujarnya.

QRIS Bagi Pelaku Usaha

Aurelia Stefany Putri, salah satu mahasiswa yang menyampaikan materi, menjelaskan pentingnya QRIS bagi pelaku usaha.

“QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard adalah standar kode QR pembayaran nasional yang dikembangkan Bank Indonesia. Dengan satu kode QR, merchant bisa menerima pembayaran dari berbagai aplikasi digital seperti GoPay, OVO, Dana, dan mobile banking,” paparnya.

Menurut Aurel, hingga pertengahan 2025, QRIS telah digunakan oleh lebih dari 57 juta pengguna di Indonesia.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah sangat familiar dengan pembayaran digital. UMKM yang tidak mengadopsi QRIS akan kehilangan banyak peluang transaksi,” tambahnya.

Sementara itu, Devi Arroiyani menekankan pentingnya legalitas usaha melalui NIB.

“Nomor Induk Berusaha adalah identitas resmi usaha yang mempermudah akses perizinan, pendanaan, dan perlindungan hukum. Yang menarik, proses pendaftarannya mudah, cepat, dan gratis melalui sistem Online Single Submission (OSS) di oss.go.id,” jelasnya.

NIB juga membuka akses UMKM untuk mengikuti program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga subsidi 3%.

“Dengan NIB, UMKM bisa mendapatkan pendanaan lebih mudah dan membangun kredibilitas usaha di mata konsumen dan mitra bisnis,” imbuh Adelia.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Optimalisasi Pemanfaatan Google

Materi ketiga yang tak kalah penting disampaikan oleh Adelia Ramadhani Salsabilla tentang optimalisasi kehadiran digital melalui Google Business Profile.

“Lebih dari 30% pencarian di ponsel terkait lokasi bisnis. Kalau usaha Anda tidak terdaftar di Google Maps, artinya Anda kehilangan banyak calon pelanggan,” terangnya.

Adel mendemonstrasikan cara membuat profil bisnis di Google Maps yang dapat menampilkan informasi lengkap seperti jam operasional, alamat, nomor telepon, foto produk, dan ulasan pelanggan.

“Ini gratis dan sangat efektif untuk meningkatkan visibilitas usaha, terutama untuk bisnis yang memiliki lokasi fisik,” katanya.

Keysha Ratuluna & Diana Faradilla Maharani Putri menambahkan bahwa ketiga materi ini saling melengkapi dalam membangun ekosistem bisnis digital yang solid.

“Legalitas melalui NIB, kemudahan pembayaran lewat QRIS, dan visibilitas melalui Google Maps adalah tiga pilar penting yang harus dimiliki UMKM modern,” ungkapnya.

Antusiasme Peserta

Para pelaku usaha yang hadir memberikan respons positif. Siti Aminah, pemilik warung makan di Desa Sumber Wuluh, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini.

“Saya jadi tahu cara daftar QRIS dan Google Maps. Besok saya langsung mau praktikkan,” ujar perempuan paruh baya itu antusias.

Meskipun kegiatan dipimpin oleh mahasiswa Prodi Manajemen, seluruh anggota kelompok 8 yang berjumlah 15 orang turut mendukung pelaksanaan program.

“Kami kelompok yang kompak. Semua anggota berkontribusi sesuai keahliannya masing-masing,” pungkas Jerry, ketua kelompok.

Program KKN ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kemajuan UMKM di Desa Sumber Wuluh menuju desa mandiri yang berdaya saing di era digital. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu