Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa KKN UMG Edukasi Petani Talunblandong Gunakan Pestisida Nabati Daun Nimba

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa KKN UMG Edukasi Petani Talunblandong Gunakan Pestisida Nabati Daun Nimba
Mahasiswa KKN UMG Kelompok 16 Edukasi Petani Talunblandong Gunakan Pestisida Nabati Daun Nimba. (Slamet Satrio/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Kelompok 16 melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan mengenalkan inovasi pertanian ramah lingkungan di Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto pada Senin (16/2/2026).

Sosialisasi yang dipandu oleh M. Rifqi Ma’arif dan Nurmala Rahmah Utami dari Prodi Agroteknologi ini memfokuskan pada penggunaan daun nimba (mimba) sebagai bahan dasar pestisida nabati.

Inisiatif ini muncul karena serangan hama yang sering menurunkan hasil panen serta risiko penggunaan pestisida kimia bagi kesehatan dan lingkungan.

Mengapa Daun Nimba?

Dalam paparannya, Rifqi menjelaskan bahwa pestisida dari daun nimba memiliki banyak keunggulan.

“Pestisida ini 100% organik, ramah lingkungan, dan tidak meninggalkan residu berbahaya pada hasil panen,” jelasnya.

Meskipun efeknya tidak secepat pestisida kimia, bahan ini jauh lebih murah dan mudah didapat oleh petani.

Pestisida ini efektif untuk mengendalikan berbagai hama yang sering menyerang sawah, seperti:

Iklan Landscape UM SURABAYA

  • Wereng
  • Kutu putih (Kutu kebul)
  • Kutu daun dan ulat daun
  • Tungau

Cara Pembuatan dan Aplikasi

Nurmala Rahmah Utami kemudian mendemonstrasikan cara pembuatan yang sederhana. Bahan-bahan yang diperlukan meliputi 1 kg daun nimba, masing-masing 100 gram serai dan lengkuas, 6 liter air, serta tambahan 100 ml EM4 dan sabun cair.

Proses pembuatannya diawali dengan  mencucibersih semua bahan, lalu diblender hingga halus. Setelah dicampur dengan air dan EM4 di dalam ember, larutan harus difermentasikan selama 7 hari di tempat teduh. Sebelum digunakan, larutan disaring dan ditambahkan sabun cair sebagai perekat.

“Untuk aplikasinya, cukup encerkan 100 ml larutan pestisida ke dalam 1 liter air,” tambah Nurmala. Petani disarankan menyemprotkan pada pagi atau sore hari secara rutin setiap 3–7 hari sekali untuk hasil maksimal.

Selain untuk tanaman padi, pestisida ini juga sangat baik diaplikasikan pada tanaman tebu, cabai, tomat, dan berbagai tanaman hortikultura lainnya guna mendukung pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu