Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa KKN UMG Edukasi Warga Ubah Jerami Jadi Kompos Ramah Lingkungan

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa KKN UMG Edukasi Warga Ubah Jerami Jadi Kompos Ramah Lingkungan
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) kelompok 21 mengadakan sosialisasi pembuatan kompos dari limbah jerami di Balai Dusun Peneng, Desa Tanah Landean, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Senin malam (11/8/2025). Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga yang antusias mengikuti jalannya acara.

Sosialisasi ini dilatarbelakangi kondisi masyarakat Dusun Peneng yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Selama ini jerami lebih sering dimanfaatkan sebagai pakan ternak, bahkan tidak jarang hanya dibakar setelah musim panen. Padahal, jerami memiliki potensi lebih besar jika diolah menjadi kompos. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMG memperkenalkan inovasi sederhana yang ramah lingkungan sekaligus memberi nilai tambah dalam bidang pertanian.

Koordinator kelompok KKN 21 menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah mengajak warga lebih bijak memanfaatkan jerami.

“Selain untuk pakan ternak, jerami juga bisa diolah menjadi kompos. Kompos ini ramah lingkungan, dapat menyuburkan tanah, dan tentunya lebih hemat dibandingkan membeli pupuk kimia,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga mempraktikkan langsung proses pembuatan kompos. Jerami kering dicacah menjadi potongan kecil, kemudian dicampur dengan larutan gula merah dan EM4 (efektif mikroorganisme). Setelah itu, bahan ditumpuk dan ditutup rapat untuk melalui proses fermentasi selama beberapa minggu hingga berubah menjadi kompos siap pakai.

Mahasiswa KKN juga menyiapkan kompos hasil olahan mereka sebelumnya untuk dibagikan kepada warga. Hal ini membuat masyarakat semakin yakin bahwa limbah jerami benar-benar bisa diubah menjadi pupuk organik yang bermanfaat. Kegiatan semakin meriah dengan adanya sesi tanya jawab interaktif. Warga yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapat hadiah kecil, sehingga suasana acara terasa lebih hidup dan penuh keakraban.

Antusiasme warga terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, mulai cara penyimpanan, waktu ideal pengomposan, hingga manfaat kompos bagi kesuburan tanah. Seorang warga mengaku senang mendapatkan ilmu baru.

“Biasanya jerami hanya dibakar atau untuk pakan sapi. Kalau bisa jadi kompos, tentu lebih bermanfaat. Kami bisa coba sendiri nanti di rumah,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung lancar dan penuh semangat. Mahasiswa KKN kelompok 21 merasa senang dapat berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Mereka berharap, setelah sosialisasi ini, warga Dusun Peneng semakin terdorong mengolah limbah pertanian menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Dengan memanfaatkan jerami sebagai kompos, masyarakat bukan hanya mengurangi limbah, tetapi juga turut menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan.

Inovasi sederhana ini diharapkan memberi dampak positif nyata bagi warga. Jika sebelumnya jerami dianggap sekadar sisa panen, kini masyarakat memiliki wawasan baru untuk mengolahnya menjadi pupuk organik yang bisa digunakan di lahan mereka sendiri. Mahasiswa percaya, langkah kecil seperti ini dapat menjadi awal perubahan besar menuju pertanian yang lebih ramah lingkungan dan mandiri.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu