Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa KKN UMG Inovasikan Olahan Kunyit Jadi Bubuk Jamu Aman Dikonsumsi

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa KKN UMG Inovasikan Olahan Kunyit Jadi Bubuk Jamu Aman Dikonsumsi
Mahasiswa KKN UMG Inovasikan Olahan Kunyit Jadi Bubuk Jamu untuk Dikonsumsi (Eni/PWMU.CO)
pwmu.co -

Inovasi nyata ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 21 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).

Melihat melimpahnya hasil panen kunyit di desa yang hanya dijual mentah dengan harga rendah, mereka pun menggagas program unggulan berupa sosialisasi dan pelatihan pembuatan bubuk jamu kunyit instan.

Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dengan meningkatkan nilai kunyit yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk konsumsi pribadi dan keluarga.

Program kerja ini muncul dari pengamatan mendalam. Selama ini, para petani dan warga hanya menjual kunyit dalam bentuk mentah secara kiloan, yang harganya sangat rendah di pasaran.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa memperkenalkan suatu bentuk pengolahan yang sederhana namun memiliki nilai tambah signifikan. Dengan bahan baku utama berupa kunyit, gula pasir, dan air, warga diajak untuk mengolahnya menjadi produk jadi yang siap dikonsumsi kapan saja.

Prosesnya meliputi mencuci dan mengupas kunyit, kemudian memblendernya hingga halus. Sari patinya disaring dan dipisahkan dari ampasnya. Cairan sari kunyit itu lalu didiamkan agar endapannya terpisah, sebelum akhirnya dimasak dengan gula pasir di atas api sedang.

Tahap pemasakan merupakan tahap kunci. Campuran diaduk terus-menerus hingga mendidih dan mulai mengeluarkan buih. Api kemudian dikecilkan, dan pengadukan dilanjutkan dengan penuh kesabaran hingga campuran tersebut mengering dan berubah menjadi serbuk atau butiran kristal gula yang membalut ekstrak kunyit.

Hasil akhirnya adalah bubuk kunyit instan yang dapat disimpan dalam wadah kedap udara. Produk ini juga memiliki masa simpan lebih lama, sehingga tidak mudah busuk dan bisa digunakan kapan pun dibutuhkan.

Dengan adanya bubuk instan ini, keluarga dapat menikmati minuman jamu kunyit tanpa harus repot mengolah dari awal setiap hari.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Antusiasme warga, terutama dari kalangan ibu PKK, sangat tinggi selama pelatihan berlangsung. Mereka dengan saksama memperhatikan setiap demonstrasi yang diberikan dan aktif bertanya mengenai detail teknik pengolahan.

Mulai dari tingkat kehalusan saat memblender, cara menyaring yang efektif, hingga tips mengontrol api selama proses perebusan agar tidak gosong. Banyak peserta yang mengaku baru menyadari potensi besar yang selama ini terabaikan.

“Kami senang sekali bisa belajar hal baru ini. Selama ini kunyit hanya kami jual kiloan dengan harga murah, sekarang kami punya ilmu untuk mengolahnya jadi produk yang lebih bernilai untuk kesehatan keluarga,” ujar salah satu peserta dengan wajah bersemangat.

Selain aspek praktis, mahasiswa KKN juga menyosialisasikan berbagai manfaat kesehatan dari mengonsumsi jamu kunyit.

Bubuk instan ini dapat dengan mudah diseduh dengan air panas atau dingin, menjadikannya minuman tradisional yang praktis untuk meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan peradangan, dan melancarkan pencernaan.

Harapannya, inovasi sederhana ini dapat ditindaklanjuti oleh warga untuk konsumsi rutin di rumah, sehingga mampu meningkatkan kesehatan keluarga dan memanfaatkan potensi alam desa secara optimal.

Keberhasilan program ini membuktikan bahwa kegiatan KKN dapat menjadi wadah yang efektif untuk transfer ilmu dan solusi konkret dalam memberdayakan masyarakat.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu