Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa KKN UMG Kenalkan Briket Arang dari Sekam, Manfaatkan Limbah Padi Secara Optimal

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa KKN UMG Kenalkan Briket Arang dari Sekam, Manfaatkan Limbah Padi Secara Optimal
Dokumentasi mahasiswa KKN membantu peserta sosialisasi pembuatan briket arang (Martza Aliyanah Labibah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menginisiasi inovasi pengolahan sekam padi menjadi briket arang di Desa Dohoagung, Gresik pada Ahad (10/8/2025). Gagasan ini muncul dari rasa prihatin melihat hasil panen padi yang melimpah, namun limbah pertaniannya—khususnya sekam—juga menumpuk tanpa pemanfaatan optimal.

Melalui proses karbonisasi sekam di dalam kaleng di atas api, campuran arang sekam dan tepung kanji kemudian dicetak dan dijemur selama 1–3 hari. Hasilnya adalah briket yang padat, mudah terbakar, serta menghasilkan emisi asap rendah. Produk ini menjadi alternatif bahan bakar rumah tangga yang lebih ramah lingkungan.

Program ini tidak hanya berfokus pada pengolahan limbah, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mahasiswa KKN memberikan pelatihan teknis sekaligus pendampingan kepada warga desa, termasuk pengelola selep, pemuda, dan petani. Diharapkan, setelah sosialisasi, warga terdorong memulai usaha briket secara mandiri.

Musim kemarau basah membuat limbah sekam padi kerap berserakan di jalan dan hanya dibuang atau dibakar petani. Pemanfaatannya sebagai briket dinilai sebagai langkah inovatif dan bermanfaat, apalagi bahan baku tersedia gratis sehingga biaya produksi sangat rendah, sementara potensi pendapatan cukup menjanjikan.

Kepala Desa Dohoagung, Warsito Adi, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini.

“Dari segi biaya tidak besar, dan pemerintah desa mendukung inovasi briket yang dibuat mahasiswa KKN,” ujarnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Di sejumlah daerah, harga jual briket mencapai Rp15.000–Rp20.000 per kilogram, sehingga membuka peluang usaha sampingan sekaligus mengurangi ketergantungan pada kayu bakar atau gas elpiji. Selain meningkatkan produktivitas, penggunaan briket arang sekam padi juga menurunkan emisi karbon dan membantu menjaga kualitas udara.

Dosen pembimbing lapangan, Anita Akhirudin, menegaskan pentingnya diversifikasi pertanian. “Bentuk diversifikasi pertanian bukan hanya pada produk utama, tetapi juga pengolahan limbah yang memiliki nilai jual tinggi,” jelasnya.

Dengan pendekatan praktis dan partisipatif, mahasiswa KKN UMG berhasil memadukan pendidikan, teknologi sederhana, dan penguatan ekonomi lokal. Program ini diharapkan menjadi model replikasi di desa-desa lain untuk menjadikan limbah pertanian sebagai sumber energi alternatif sekaligus peluang usaha baru bagi masyarakat. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu