
PWMU.CO – Dalam upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) mengadakan kegiatan edukatif di UPT SDN 123 Gresik, tepatnya di Desa Brangkal, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (22/7/2025) ini mengusung tema “Mengenal dan Melestarikan Kearifan Lokal Damar Kurung”. Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa KKN mengajak siswa-siswi kelas 4 untuk membuat kerajinan damar kurung yang merupakan sebuah lentera tradisional khas Gresik yang sarat nilai budaya dan sejarah.
Damar Kurung merupakan pelita khas dari Kabupaten Gresik. Kata “damar” berarti cahaya atau pelita, sedangkan “kurung” berarti kurungan atau sangkar. Dengan demikian, Damar Kurung menggambarkan sebuah cahaya yang terkurung dalam sebuah bingkai berbentuk lentera, yang dihiasi dengan lukisan atau gambar yang mengandung berbagai cerita atau kisah.
Pelukis Damar Kurung yang paling dikenal adalah Masmundari. Ia terkenal karena mempopulerkan lukisan-lukisan dua dimensi yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Gresik.
Pada zaman dahulu, Damar Kurung digunakan oleh masyarakat Gresik untuk memeriahkan bulan Ramadan. Lentera ini biasanya digantung di depan rumah dan berfungsi sebagai alat penerangan.
Seiring perkembangan zaman, Damar Kurung mengalami transformasi. Kini, Damar Kurung tidak hanya digunakan sebagai lentera tradisional, tetapi juga dimanfaatkan sebagai lampu penerangan jalan di beberapa sudut Kota Gresik, serta dijadikan elemen dekoratif dan hiasan
Melalui kegiatan pembuatan Damar Kurung ini, para siswa tidak hanya dikenalkan pada sejarah dan filosofi di balik lentera tradisional tersebut, tetapi juga diberi kesempatan untuk membuatnya secara langsung. Mereka tampak antusias mewarnai pola-pola khas Damar Kurung yang telah disiapkan oleh para mahasiswa.
Pembuatan kerajinan Damar Kurung terbilang cukup mudah dan dapat diterapkan pada siswa sekolah dasar, sehingga mampu meningkatkan kreativitas mereka. Adapun langkah-langkah pembuatannya adalah sebagai berikut:
1. Menggambar pola Damar Kurung pada kertas A4.
2. Mewarnai pola.
3. Membuat kerangka damar kurung dari stik es krim.
4. Menempelkan gambar pada kerangka menggunakan lem tembak atau jenis lem lainnya.
5. Menambahkan lampu kecil di bagian tengah kerangka sebagai sumber cahaya.
6. Membuat gantungan dari benang wol.
Selain itu, siswa juga diminta menuliskan nama mereka pada kertas gambar, sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil karya masing-masing. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap diri sendiri karena telah berhasil menyelesaikan proyek mini pembuatan Damar Kurung dengan baik.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada siswa tentang kekayaan budaya lokal yang ada di Gresik. Harapannya, mereka bisa lebih mencintai budaya sendiri dan turut menjaga serta melestarikannya,” ujar salah satu mahasiswa KKN Prodi PGSD yang terlibat dalam kegiatan.
Para guru dan pihak sekolah pun menyambut baik kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari adik-adik mahasiswa. Ini adalah bentuk pembelajaran yang sangat positif dan kreatif, terutama dalam membangun karakter cinta budaya sejak dini,” ungkap Kepala UPT SDN 123 Gresik, Juwari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN mahasiswa PGSD yang bertugas di Desa Brangkal. Selain mengenalkan budaya lokal, program ini juga bertujuan meningkatkan keterampilan seni, kreativitas, dan kerja sama siswa melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan damar kurung tidak hanya menjadi simbol budaya yang dikenang, tetapi juga diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas lokal yang membanggakan. (*)
Penulis Ayu Nadiya Chafidhoh Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments