Siapa bilang kangkung hanya enak ditumis? Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Kelompok 10 membuktikan sebaliknya.
Berbekal kreativitas dan semangat inovasi, mereka memperkenalkan Mie Kangkung (MIKUNG), pangan sehat yang memadukan cita rasa lezat dengan kandungan gizi tinggi. Bertempat di Desa Karangsemanding, Gresik, kegiatan ini mengajak warga setempat melihat langsung proses pengolahan kangkung segar menjadi mie berwarna hijau alami yang menggoda selera.
Mahasiswa KKN Kelompok 10 UMG menjelaskan bahwa di tengah maraknya makanan instan dan cepat saji, muncul inovasi kuliner sehat yang tak hanya lezat, tetapi juga menyehatkan, yaitu MIKUNG. Seperti namanya, mie ini berbahan dasar sayur kangkung yang diolah menjadi mie hijau alami tanpa pewarna buatan dan bahan pengawet.
Pembuatan MIKUNG bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi pangan bergizi seimbang dengan memanfaatkan bahan lokal yang mudah diperoleh, seperti kangkung. Melalui inovasi ini, kangkung diolah menjadi campuran mie yang tidak hanya memiliki rasa lezat, tetapi juga kaya vitamin, mineral, dan serat.
“Dengan Mie Kangkung, kami ingin menunjukkan bahwa sayuran bisa diolah menjadi produk menarik yang diminati semua kalangan, termasuk anak-anak. Kami ingin mengubah persepsi bahwa sayur itu membosankan, sekaligus menghadirkan sajian sehat yang tetap enak di lidah untuk semua umur,” ujar salah satu anggota KKN Kelompok 10 UMG.
Kegiatan dimulai dengan penyuluhan mengenai manfaat kangkung bagi kesehatan, dilanjutkan demonstrasi pembuatan MIKUNG yang langsung dipraktikkan oleh warga Desa Karangsemanding.
Antusiasme warga terlihat sejak sesi penyuluhan hingga praktik membuat mie. Banyak yang tak menyangka, sayuran yang biasa tumbuh di sekitar rumah dapat disulap menjadi menu unik dengan nilai gizi tinggi dan potensi jual yang menjanjikan.
Dosen pembimbing lapangan, Diani Octaviyanti Handajani SST MKM, mengapresiasi kreativitas mahasiswa. Ia menegaskan pentingnya inovasi pangan berbasis potensi lokal. “Kreativitas ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga peluang ekonomi. Mie Kangkung bisa menjadi produk unggulan desa sekaligus solusi pangan sehat bagi keluarga,” ujarnya.
Dengan inovasi ini, Desa Karangsemanding tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga inspirasi untuk mengembangkan potensi pangan lokal menjadi sumber ekonomi dan kebanggaan bersama, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi pangan sehat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments