
PWMU.CO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Kelompok 14 menggelar penyuluhan dan praktik pembuatan briket ramah lingkungan berbahan limbah sekam padi di Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (25/7/2025) ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.
Program kerja ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber energi alternatif yang aman dan ekonomis.
Salah satu limbah yang dimanfaatkan adalah sekam padi, yaitu sisa hasil penggilingan padi yang selama ini kerap dibakar atau dibuang tanpa pemanfaatan yang optimal. Padahal, pembakaran sekam secara terbuka dapat menyebabkan polusi udara dan meningkatkan emisi karbon di lingkungan.
Oleh karena itu, pengolahan sekam padi menjadi briket padat menjadi solusi inovatif yang tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga menghasilkan produk bernilai guna sebagai sumber energi alternatif.
Penyuluhan dilaksanakan di Balai Desa Pucung dan diikuti oleh warga setempat, khususnya kelompok ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi terkait teori dan manfaat briket, tetapi juga memandu secara langsung proses pembuatannya. Mulai dari tahap pengeringan dan penghancuran sekam, pencampuran dengan bahan perekat alami, hingga proses pencetakan menggunakan alat press manual.
“Pemanfaatan sekam padi ini tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga berpotensi membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa. Jika dikelola secara berkelanjutan, briket ini dapat menjadi alternatif bahan bakar yang ekonomis dan mudah diproduksi,” ujar salah satu mahasiswa KKN Kelompok 14.
Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Salah satu ibu-ibu PKK Desa Pucung, Nurul Fitriyah, mengungkapkan rasa senangnya karena mendapat ilmu baru yang langsung dapat dipraktikkan.
“Kami sangat terbantu dengan kegiatan ini. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga memberikan ide bagi kami untuk mengembangkannya menjadi usaha rumahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Janatun Nai’imah SSi MSi, turut hadir mendampingi kegiatan. Ia menyampaikan apresiasinya atas kreativitas dan kepedulian para mahasiswa dalam merespons permasalahan lingkungan di desa melalui program-program yang aplikatif dan tepat sasaran. Ia juga berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tahap penyuluhan saja, tetapi dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara mandiri oleh warga setempat.
“Mahasiswa tidak hanya hadir untuk menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Ini adalah bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang seharusnya terus dikembangkan,” tuturnya.
Selain mengatasi penumpukan limbah pertanian, upaya ini juga mendukung terciptanya ketahanan energi di tingkat rumah tangga dan usaha kecil. Melalui pemanfaatan limbah pertanian, para mahasiswa berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.(*)
Penulis Rachmanda Dewi Puspitasari Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments