Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 25 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai Budidaya Ikan Dalam Ember (Budidakmber) bersama ibu-ibu PKK di Desa Wonorejo, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN yang bertujuan untuk memperkenalkan inovasi sederhana dalam bidang ketahanan pangan keluarga dan pemanfaatan lahan sempit.
Sosialisasi dilaksanakan di balai desa Wonorejo dan dihadiri oleh 25 orang anggota PKK. Acara dibuka oleh Kepala Desa Wonorejo Mulyati. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi alternatif solusi ekonomi kreatif di tengah masyarakat pedesaan yang mayoritas sebagai petani.
“Budikdakmber sangat cocok diterapkan di lingkungan pertanian seperti Desa Wonorejo yang kurang memiliki lahan untuk budidaya ikan. Selain untuk konsumsi keluarga, ini juga bisa menjadi peluang usaha rumah tangga,” ujar Mulyati.
Tim KKN kemudian memaparkan materi mengenai prinsip dasar Budidakmber, alat dan bahan yang diperlukan, serta langkah-langkah teknis dalam membudidayakan ikan lele dalam ember yang dipadukan dengan tanaman kangkung, sawi, selada, pakcoy, sebagai sistem akuaponik sederhana. Dalam praktiknya, ember berukuran 80liter digunakan sebagai media pemeliharaan ikan, sementara tanaman kangkung, sawi, selada, pakcoy, ditanam menggunakan gelas plastik yang diberi lubang di bagian bawah dan ditata di bagian atas ember.
Pembuatan Budikdakmber
Setelah sesi pemaparan materi, anggota PKK diajak langsung untuk melihat demonstrasi pembuatan Budikdakmber. Antusiasme peserta terlihat tinggi saat mereka mencoba langsung menanam bibit kangkung dan memasukkan benih ikan ke dalam ember. Para ibu juga aktif mengajukan pertanyaan seputar perawatan ikan, frekuensi pemberian pakan, cara menjaga kualitas air, serta bagaimana cara untuk bercocok tanam di atas ember dengan baik.
“Ini ilmu baru bagi kami. Ternyata tidak perlu lahan luas untuk bisa beternak ikan dan menanam sayuran. Ini juga bisa menjadi usaha rumah tangga untuk mengurangi pengeluaran budget dalam rumah tangga. Saya tertarik mencoba di rumah,” ungkap Sulastri, salah satu peserta sosialisasi.
Di akhir kegiatan, tim KKN memberikan sejumlah 4 set ember berukuran 80 Liter yang telah siap dilanjutkan untuk perawatan oleh warga desa. Ember yang diberikan oleh Tim KKN telah diisi bibit ikan lele dan tanaman kangkung, sawi, selada, pakcoy. Diharapkan, setelah kegiatan ini, ibu-ibu PKK dapat meneruskan praktik budidakmber secara mandiri dan menyebarkan ilmunya kepada warga lainnya agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 25 Desa Wonorejo berharap mampu mendorong masyarakat untuk lebih mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan serta menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan ibu rumah tangga. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments