Daun kelor yang biasanya diolah sebagai sayur bening kini naik kelas menjadi minuman segar kekinian. Inovasi ini diperkenalkan melalui kegiatan sosialisasi dan demo masak yang digelar di Balai Desa Pacuh, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik oleh mahasiswa KKN Kelompok 17 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) pada Jumat (8/8/2025) pukul 14.00-17.00 WIB.
Mereka berhasil mengolah daun kelor menjadi Moringa Grass Jelly, sebuah produk minuman yang memadukan cita rasa lezat, manfaat kesehatan, serta membuka peluang usaha bagi warga Desa Pacuh.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan Produksi Olahan Pangan Bernilai Tambah dari Warga Lokal” yang didampingi langsung oleh Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Diah Fauzia Zuhroh SKep Ns MKes.
Kegiatan ini memiliki tujuan yang sederhana namun berdampak besar, yaitu memanfaatkan potensi daun kelor yang melimpah agar tidak hanya dikonsumsi sebagai sayur, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Dalam demo tersebut, mahasiswa memaparkan manfaat tiga bahan utama, yaitu daun kelor, FiberCreme, dan gula aren. Daun kelor diolah menjadi jelly sebagai pengganti cincau dan diberi nama Moringa Grass Jelly. FiberCreme digunakan sebagai alternatif santan yang lebih sehat karena rendah lemak dan bebas kolesterol.
Sementara itu, gula aren dipilih sebagai pemanis alami untuk mengurangi konsumsi gula pasir. Perpaduan ketiga bahan ini menghasilkan minuman segar yang nikmat sekaligus menyehatkan.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 34 peserta yang terdiri dari perwakilan tiga dusun dan Ketua PKK setempat. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan dan komentar positif.
“Produk ini sangat inovatif karena bisa dikonsumsi oleh semua umur dan di semua musim. Ini bisa menjadi solusi saat bingung membuat camilan atau minuman,” ujar salah satu warga dengan penuh semangat.
Salah satu anggota KKN, Moch Fuad, menyampaikan harapannya agar inovasi ini dapat terus berlanjut.
“Saya sangat berharap warga dapat memanfaatkan peluang ini dengan baik. Jika ada yang ingin melanjutkan dan membutuhkan bantuan, saya siap mendampingi, baik dalam proses pembuatan maupun pemasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Diah Fauzia Zuhroh menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam menciptakan inovasi berkelanjutan. Menurutnya, inovasi sederhana seperti Moringa Grass Jelly mampu memberikan dampak besar, tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat, tetapi juga membuka peluang usaha kuliner yang berpotensi mendorong perekonomian lokal.
Dengan semangat kolaborasi, mahasiswa KKN UMG membuktikan bahwa kreativitas yang berakar pada potensi lokal mampu menghadirkan solusi praktis, sehat, dan bernilai jual, sekaligus memberdayakan masyarakat desa. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments