Upaya memberdayakan masyarakat terus dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKNMAs) 2025.
Pada Selasa (2/9/2025), Kelompok 101 menggelar sosialisasi pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami dari serai kepada warga Dusun Rimba Cempedak, Desa Kerinci Kanan, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak.
Kegiatan yang dipusatkan di balai desa sejak pukul 09.00 hingga 14.00 WIB ini menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa untuk menghadirkan solusi ramah lingkungan atas permasalahan kesehatan masyarakat.
Mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas di Riau hadir sebagai pelaksana sekaligus fasilitator, didampingi Kepala Dusun Rimba Cempedak.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan dari serangan nyamuk, memperkenalkan keunggulan serai sebagai bahan alami, hingga mendemonstrasikan langsung cara membuat spray anti nyamuk.
Setelah itu, warga berkesempatan mencoba dan membawa pulang sampel produk yang dibagikan.
Tingginya populasi nyamuk di kawasan ini menjadi latar belakang utama kegiatan. Risiko penyebaran penyakit seperti demam berdarah dikhawatirkan semakin meningkat, terlebih saat musim hujan tiba.
“Dengan memanfaatkan serai, kami ingin masyarakat memiliki alternatif pengusir nyamuk yang lebih aman dibandingkan produk kimia,” jelas Sirri Labibah, penanggung jawab KKNMAs 2025.
Selain edukasi dan demonstrasi, kegiatan juga diwarnai sesi tanya jawab. Warga antusias mengajukan pertanyaan, mulai dari cara menyimpan spray agar tahan lama hingga cara membudidayakan serai agar tersedia sepanjang tahun. Interaksi tersebut membuat suasana hangat dan hidup.
Salah seorang warga, Nurhayati, mengaku terbantu dengan adanya sosialisasi ini. “Selama ini kami hanya tahu membeli obat nyamuk semprot dari toko, padahal sering bikin sesak. Kalau bisa bikin sendiri dari serai, tentu lebih sehat dan hemat,” ujarnya.
Program ini tidak hanya sekadar memberikan solusi praktis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan potensi lokal.
Serai yang mudah tumbuh di pekarangan dapat diolah menjadi produk bermanfaat yang menunjang kesehatan.
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa berharap warga Dusun Rimba Cempedak dapat terus melanjutkan praktik pembuatan spray alami secara mandiri.
“Ini bagian dari misi KKNMAs, bagaimana ilmu yang kami peroleh di kampus bisa langsung diterapkan untuk membantu masyarakat,” tambah Sirri.
Sosialisasi spray anti nyamuk dari serai ini diharapkan menjadi awal dari kesadaran baru masyarakat untuk lebih memilih cara-cara sederhana, murah, dan ramah lingkungan dalam menjaga kesehatan keluarga.
Sekaligus memperkokoh peran mahasiswa KKNMAs sebagai agen perubahan yang hadir dekat dengan kehidupan warga desa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments