
Mahasiswa prodi PAI Universitas Muhammadiyah Jember kampus 2 Banyuwangi saat mengunjungi RK di Genteng Wetan, Rabu (15/06/2025). (Anisa Aska Ihsanti/PWMU.CO).
PWMU.CO – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jember Kampus 2 Banyuwangi berkesempatan mengunjungi RKM di Genteng Wetan, Rabu (15/06/2025).
Lebih lanjut, agenda tersebut merupakan salah satu tugas dari mata kuliah Fiqh Ibadah dengan dosen pembimbing bapak Drei Herba Ta’budi SS MHum.
Membersamai mahasiswa Ustad Sulaiman sebagai pengurus sekaligus ketua RKM Genteng. Kegiatan ini bertujuan untuk mendokumentasikan pengalaman selama pemahaman merawat jenazah, serta mengidentifikasi aspek-aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya.
Rukun Kematian atau RKM berperan dalam memfasilitasi pengurusan jenazah. Mulai dari memandikan, mengkafani, menyolatkan, hingga proses pemakaman.
Selain itu, RKM yang bertempat di Dusun Resomulya, Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi juga bertanggung jawab atas pengelolaan kuburan serta berbagai kebutuhan yang terkait dengan kematian.
Dikelola oleh beberapa petugas RKM terstruktur, dengan ketua Ust Sulaiman dengan beberapa anggota lainnya. Antara lain sekretaris, bendahara, tim perawat jenazah putra, tim perawat jenazah putri, dan tim petugas pemakaman.
Tentang RKM
RKM Genteng diresmikan pada 27 November 2011 di SMA Muhammadiyah Genteng, atau yang kini menjadi Universitas Muhammadiyah Jember Kampus 2 Banyuwangi oleh ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir MSi.
Makam pertama terhuni pada 2016 dengan luas tanah makam seluas hampir 1 hektar yang merupakan tanah wakaf.
Dalam wilayah makam RKM terbagi menjadi beberapa blok, yang terhuni hingga kini adalah blok A sejumlah 148 dan blok B sejumlah 125 serta makam anak-anak sejumlah 7.
Hingga saat ini, jumlah anggota yang terdaftar di RKM Genteng yakni 600 KK. Dengan SPP anggota nya sebesar Rp 10.000 per bulan per KK nya dan uang pendaftaran anggota sebesar Rp 100.000.
RKM ini terbangun bukan hanya untuk Masyarakat Muhammadiyah saja, tetapi untuk umum. Adapun pembayaran untuk selain anggota adalah sebesar Rp 800.000.
Pahala Melimpah bagi Perawat Jenazah
“Pahala yang didapat bagi seseorang yang merawat jenazah dari memandikan hingga mensholati, maka pahalanya sebesar 1 gunung emas atau 1 Qiros” terang Ustad Sulaiman.
Adapun jika berlanjut dengan mengantar hingga pemakaman, lanjut Ustad Sulaiman, maka pahalanya akan bertambah 1 qiros lagi.
Selain itu, Ustad Sulaiman juga menyampaikan hal-hal yang perlu menjadi perhatian dalam merawat jenazah. Di antaranya:
- Memandikan: Sunnahnya mengurut perut mayit hingga mengeluarkan kotoran di dalam perut.
- Memotong. sunnah bagi mayit seperti memotong kuku, mencukur kumis, mencukur bulu ketiak maupun bulu kemaluan.
- Bersuci, dengan cara menyiram telapak tangan terlebih dahulu. Kemudian menyiram kepala dan menyiram anggota badan dari sebelah kanan 3 kali dan kiri 3 kali. Kemudian diberi kapur barus lalu dikeringkan.
- Mengkafani. Jumlah kain kafan laki-laki 3 helai, dan Perempuan 5 helai. Jumlah tali kafan harus ganjil, dan terakhir diberi wangi-wangian.
- Sholat. Berjumlah 4 kali takbir, boleh dilakukan berjamaah atau munfarid.
Penulis Anisa Aska Ihsanti, Editor Danar Trivasya Fikri






0 Tanggapan
Empty Comments