Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang tergabung dalam KKN 30 menghadirkan inovasi menarik untuk membantu siswa belajar Matematika di UPT SD Negeri 47 Gresik, Desa Suci, Kecamatan Manyar.
Dengan tema “Solusi Alternatif Pembuatan Media Pembelajaran untuk Mempermudah Pemahaman Konsep Siswa”, kegiatan dimulai sejak Jumat (19/7/2025) melalui pertemuan bersama pihak sekolah. Didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Evi Usrotul Khasanah SPdI, para mahasiswa memaparkan program kerja yang mereka siapkan selama masa KKN.
Tak berhenti pada perencanaan, mahasiswa juga melakukan asesmen awal pada Senin (21/7/2025). Mereka mengamati jalannya pembelajaran, berdiskusi dengan guru, hingga berbincang santai bersama siswa. Dari hasil pengamatan itu diketahui bahwa Matematika, khususnya materi sudut, menjadi pelajaran yang cukup sulit dipahami siswa.
Dari temuan tersebut, lahirlah ide pembuatan media pembelajaran berbentuk puzzle interaktif. Melalui puzzle itu, siswa tidak hanya mendengar penjelasan guru, tetapi juga bisa menyusun dan mengenali langsung bentuk sudut lancip, siku-siku, hingga tumpul.
Puncak kegiatan berlangsung Sabtu (2/8/2025) dengan menghadirkan guru, Kepala Sekolah, serta siswa kelas 3 dan 4 SD. Dalam sosialisasi itu, mahasiswa mempresentasikan hasil karya mereka. Suasana kelas pun berubah menjadi arena bermain yang dipenuhi tawa, tetapi tetap sarat pembelajaran.
Evi Usrotul Khasanah mengapresiasi inisiatif mahasiswa. “Kegiatan ini membuka wawasan baru bagi guru untuk membuat media pembelajaran yang hemat biaya, namun tetap efektif,” ujarnya.
Para siswa tampak antusias mencoba puzzle tersebut. Sementara itu, guru-guru menunjukkan ketertarikan untuk mengembangkan lebih banyak media serupa di kelas mereka. Harapannya, inovasi ini bisa menjadi pemantik agar guru semakin kreatif dalam menyajikan pembelajaran yang menyenangkan.
Selain menjadi pengalaman berharga bagi siswa dan guru, kegiatan ini juga memberi ruang belajar baru bagi mahasiswa. Mereka bisa mengasah keterampilan praktis sekaligus berkontribusi nyata dalam dunia pendidikan dasar. Lewat kolaborasi antara kampus dan sekolah ini, mahasiswa PGSD UMG menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dibuat dengan kepedulian. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments