Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMLA berhasil menembus panggung global melalui Program Pembelajaran Internasional yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 10 Januari hingga 6 Februari 2026.
Program ini menjadi bukti nyata komitmen UMLA dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi serta membekali mahasiswa dengan wawasan global, pengalaman lintas budaya, dan kompetensi internasional sebagai calon pendidik masa depan.
Ketua Program Studi PGSD UMLA, A. F. Suryaning Ati MZ, M.Pd., menegaskan, program pembelajaran internasional tersebut dirancang sebagai bagian dari penguatan kualitas akademik dan karakter mahasiswa.
“Program ini bukan sekadar kegiatan belajar di luar negeri, tetapi merupakan proses pembentukan perspektif global mahasiswa PGSD. Mereka belajar memahami sistem pendidikan lain, budaya yang berbeda, sekaligus mengasah kemampuan adaptasi dan profesionalisme,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mahasiswa yang terlibat dalam program ini telah melalui proses seleksi dan persiapan yang matang. Adapun mahasiswa PGSD UMLA yang terpilih mengikuti program pembelajaran internasional ini adalah Reifaldy Junior Utama, Dinda Ayu Angelli Putri, Vivi Puspita Jaya, dan Vita Rahmasari.
“Keikutsertaan mereka mencerminkan kualitas dan daya saing mahasiswa PGSD UMLA. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kami mampu bersaing dan beradaptasi di level internasional,” tambahnya.
Selama berada di Kuala Lumpur, para mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk memperluas pemahaman akademik sekaligus praktik pendidikan dalam konteks internasional.
Mereka mempelajari sistem pendidikan Malaysia, metode pembelajaran, serta dinamika sosial dan budaya yang memiliki kedekatan dengan Indonesia, namun tetap menawarkan perspektif yang berbeda.
Menurut Suryaning Ati, pengalaman tersebut sangat penting bagi calon guru di era global.
“Sebagai calon pendidik, mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga memiliki wawasan lintas budaya, kemampuan komunikasi global, dan sikap terbuka terhadap perbedaan,” jelasnya.
Lebih dari sekadar kegiatan akademik, program ini juga menjadi sarana penguatan karakter dan jati diri mahasiswa. Selama program berlangsung, mahasiswa dituntut untuk beradaptasi, bekerja sama lintas budaya, serta menunjukkan sikap profesional sebagai representasi institusi dan bangsa.
Dalam konteks ini, mahasiswa PGSD UMLA hadir tidak hanya sebagai pembelajar, tetapi juga sebagai duta pendidikan Indonesia di tingkat internasional.
Mereka membawa nilai-nilai keilmuan dan budaya Indonesia sekaligus belajar dari praktik global untuk kemudian diimplementasikan dalam dunia pendidikan di tanah air.
“Kami berharap pengalaman internasional ini memberikan dampak berkelanjutan, baik bagi pengembangan kompetensi individu mahasiswa maupun bagi peningkatan mutu Program Studi PGSD UMLA secara keseluruhan,” tutur Suryaning Ati.
Keberhasilan mahasiswa PGSD UMLA dalam mengikuti program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil peluang internasional dan mempersiapkan diri sebagai pendidik yang berdaya saing global.
Hal ini sejalan dengan visi UMLA dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.
UMLA menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa PGSD yang telah berpartisipasi dalam Program Pembelajaran Internasional di Malaysia.
Pengalaman berharga ini diharapkan menjadi langkah awal dalam perjalanan panjang mereka sebagai pendidik profesional berwawasan global. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments