Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa PKM UMG Pasang Reflektor Jalan, Tingkatkan Keselamatan Warga Dusun Jombangan

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa PKM UMG Pasang Reflektor Jalan, Tingkatkan Keselamatan Warga Dusun Jombangan
Mahasiswa UMG memasang reflektor jalan (Foto: M. Annas Adnan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kepedulian terhadap keselamatan masyarakat menjadi fokus utama program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kelompok 8 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) di Desa Sumberwuluh.

Rabu (5/2/2026) sore pukul 15.00 WIB, dua mahasiswa Program Studi Teknik Industri menggagas dan melaksanakan pemasangan reflektor jalan di area jembatan Dusun Jombangan yang dinilai rawan kecelakaan, khususnya pada malam hari.

Mohammad Adam Ferdyansyah dan Mohammad Annas Adnan, dua mahasiswa Teknik Industri yang menjadi penggagas program ini, berangkat dari keprihatinan atas minimnya penerangan di beberapa titik jalan strategis desa.

Mereka melakukan survei lapangan dan berkonsultasi dengan tokoh masyarakat setempat untuk menentukan lokasi prioritas pemasangan reflektor.

“Kami melakukan observasi selama beberapa hari dan menemukan bahwa area jembatan di Dusun Jombangan sangat minim penerangan. Pada malam hari, pengendara sering kesulitan melihat batas jalan, terutama saat cuaca hujan atau berkabut,” ungkap Mohammad Adam Ferdyansyah.

Reflektor jalan merupakan alat penanda jalan yang memantulkan cahaya kendaraan sehingga pengendara dapat melihat dengan jelas batas dan arah jalan meskipun dalam kondisi gelap atau minim penerangan.

Perangkat sederhana namun efektif ini telah terbukti mampu mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di berbagai wilayah. Mohammad Annas Adnan menjelaskan bahwa pemilihan lokasi tidak dilakukan sembarangan.

“Kami berkonsultasi dengan tokoh masyarakat dan perangkat desa. Mereka mengonfirmasi bahwa memang area jembatan tersebut cukup rawan, terutama bagi pengendara yang baru pertama kali melintas atau pengendara dari luar desa,” paparnya.

Gotong Royong Warga dan Mahasiswa

Kegiatan pemasangan reflektor ini tidak hanya melibatkan dua mahasiswa Teknik Industri, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari seluruh 15 anggota Kelompok PKM 8 yang dipimpin oleh Mukhammad Jerry Vernando Four dengan bimbingan dosen pembimbing lapangan R. Achmad Djazuli, S.P., M.M.A.

“Meski program ini digagas oleh teman-teman dari Teknik Industri, kami semua turun tangan. Ada yang membantu pemasangan, ada yang mengatur lalu lintas sementara, ada juga yang mendokumentasikan. Ini semangat gotong royong kami,” ujar Jerry, ketua kelompok.

Yang lebih membanggakan, tokoh masyarakat Dusun Jombangan juga turut berpartisipasi aktif. Mereka tidak hanya memberikan izin dan arahan, tetapi juga membantu proses pemasangan secara langsung.

Pak Polo Dika, salah satu tokoh masyarakat yang hadir, menyampaikan apresiasinya.

“Kami sangat senang dengan kepedulian mahasiswa PKM terhadap keselamatan warga. Jembatan ini memang sering jadi titik rawan, terutama saat malam hari. Dengan adanya reflektor, kami berharap pengendara bisa lebih waspada dan hati-hati,” katanya.

Aspek Teknis dan Keselamatan

Sebagai mahasiswa Teknik Industri, Adam dan Annas menerapkan pendekatan sistematis dalam pelaksanaan program ini. Mereka melakukan analisis risiko, identifikasi titik kritis, dan perencanaan teknis sebelum eksekusi di lapangan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Kami mempertimbangkan beberapa faktor seperti tingkat kepadatan lalu lintas, kondisi geometri jalan, radius tikungan, dan tingkat penerangan eksisting. Dari analisis tersebut, kami menentukan jarak ideal antarreflektor dan pola pemasangannya,” jelas Annas dengan detail.

Reflektor dipasang dengan jarak tertentu yang disesuaikan dengan standar keselamatan jalan.

“Kami juga memilih reflektor dengan tingkat reflektivitas tinggi dan warna yang kontras. Ini penting agar pantulan cahaya lampu kendaraan bisa maksimal dan mudah dilihat dari jarak jauh,” tambah Adam.

Bagian dari Tema Besar PKM

Program pemasangan reflektor jalan ini sejalan dengan tema besar PKM UMG 2026, yaitu Pemberdayaan Masyarakat melalui Program KKN Berdampak dengan Optimalisasi Potensi Lokal Menuju Desa Mandiri.

Keselamatan infrastruktur jalan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun desa yang mandiri dan berkembang.

Kepala Desa Sumberwuluh, Kunardi S.Sos menyambut positif inisiatif mahasiswa PKM.

“Infrastruktur keselamatan jalan sering terabaikan karena dianggap sepele, padahal dampaknya sangat besar. Program seperti ini sangat membantu pemerintah desa dalam mewujudkan Sumberwuluh yang aman dan nyaman bagi semua warga,” ujarnya.

Beberapa warga yang melintas saat pemasangan berlangsung juga memberikan apresiasi. Mereka mengaku senang.

“Alhamdulillah, sekarang lebih terang dan jelas batas jalannya. Kalau malam hari saya sering was-was lewat jembatan ini, sekarang jadi lebih tenang,” ungkapnya.

Adam dan Annas berharap program ini dapat menjadi percontohan untuk wilayah lain di Desa Sumberwuluh.

“Masih banyak titik-titik lain yang sebenarnya membutuhkan reflektor atau fasilitas keselamatan jalan lainnya. Kami berharap program ini bisa dilanjutkan oleh kelompok PKM berikutnya atau bahkan oleh pemerintah desa,” harap Adam.

Program sederhana namun berdampak besar ini membuktikan bahwa PKM bukan sekadar formalitas akademik, melainkan kontribusi nyata mahasiswa bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu