Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa PKM UMG Tawarkan Inovasi Briket dari Limbah Sekam Padi

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa PKM UMG Tawarkan Inovasi Briket dari Limbah Sekam Padi
Demonstrasi dan pemaparan materi pembuatan briket sekam padi Mahasiswa UMG kepada masyarakat Desa Perengan, Jetis, Mojokerto pada Jumat (30/01/2026). (Istimewa/PWMU.CO).
pwmu.co -

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Kelompok 27 mengadakan “Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Briket dari Sekam Padi”.

Kegiatan Pengabdian Kegiatan Masyarakat (PKM) yang bertempat di Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto ini merupakan upaya pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai guna dan ramah lingkungan.

Lebih lanjut, kegiatan ini berlangsung pada Jumat (30/01/2026) di Balai Desa Paringan, dengan sasaran utama ibu-ibu PKK Desa Paringan.

Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Program ini dibimbing langsung oleh Dosen Pendamping Janatun Na’imah SSi MSi.

Manfaat Limbah Sekam Padi

Dalam kegiatan ini, mahasiswa UMG yang terkomandani oleh Badriyatul Muharrom Febrianti memberikan sosialisasi mengenai pemanfaatan limbah sekam padi.

Menurut mereka, limbah sekam padi dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif yang berfungsi sebagai pengganti kayu bakar dan arang kayu. Sehingga berguna untuk kegiatan memasak dan usaha kecil rumah tangga.

Sekam padi diperkenalkan sebagai sumber energi yang ramah lingkungan, mudah diperoleh, serta memiliki nilai ekonomis sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif bagi masyarakat desa.

Sosialisasi dan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan.

Selain penyampaian materi, kegiatan PKM ini juga dilengkapi dengan demonstrasi langsung proses pembuatan briket sekam padi.

Demonstrasi meliputi pengenalan alat dan bahan, tahapan pengolahan sekam padi hingga menjadi briket, serta cara penggunaan briket sebagai bahan bakar dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui praktik langsung tersebut, harapannya peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam serta keterampilan praktis sehingga mampu memproduksi briket secara mandiri di rumah.

Di samping itu, semoga kegiatan ini dapat mendorong masyarakat Desa Paringan untuk memanfaatkan limbah sekam padi secara lebih optimal.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah pertanian yang tidak terkelola dengan baik, pemanfaatan sekam padi menjadi briket juga berpotensi membuka peluang usaha baru yang bernilai ekonomis.

Kemudian meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendukung pengembangan energi alternatif berkelanjutan di tingkat desa.

Apresiasi Warga Desa Parengan

Salah satu anggota PKK Desa Parengan menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Ternyata sekam bisa dijadikan briket. Selama ini paling cuma dijadikan kompos atau pakan hewan. Ini menarik, nanti bisa dicoba sendiri di rumah” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga contoh nyata pengelolaan limbah pertanian yang aplikatif dan bermanfaat.

Sekdes Desa Parengan, Nanik Sumiarti, PKM Mahasiswa UMG ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Parengan. Menurutnya, kegiatan ini berhasil mengedukasi warga bahwa limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan.

“Melalui demonstrasi langsung, masyarakat lebih mudah memahami proses pembuatan briket dan diharapkan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari” terang Nanik.

“Program ini menjadi langkah awal dalam pengelolaan limbah yang lebih bijak serta berpotensi meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala desa sekaligus Ketua PKK Desa Parengan, Puji Astuti, menurutkan bahwa sosialisasi ini memberikan ilmu dan pengalaman yang berharga bagi masyarakat Desa Parengan.

Kegiatan ini menambah wawasan tentang pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai guna.

Masyarakat berharap adanya pendampingan lanjutan, khususnya dalam pengembangan dan pemasaran produk briket agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi desa.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu