Peran aktif mahasiswa Program Studi Pascasarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S2 PBSI) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menjadi sorotan dalam Kuliah Umum Fakultas Pendidikan, Komunikasi dan Sains (FPKS) yang mengangkat tema transformasi pendidikan digital. Kegiatan ini digelar di At-Tauhid Tower lantai 13 Umsura, Senin (12/1/2026).
Kuliah umum bertajuk “Deep Learning dan Transformasi Pendidikan Digital Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, MA, sebagai pembicara utama.
Sejak awal acara, mahasiswa S2 PBSI tampak aktif mengikuti paparan materi, menyimak kebijakan pendidikan nasional, hingga terlibat dalam sesi diskusi akademik.
Keikutsertaan mahasiswa S2 PBSI dalam kuliah umum ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas akademik dan profesional mereka sebagai calon pendidik, peneliti, serta pengembang pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di era digital.
Dalam paparannya, Dr. Fajar Riza Ul Haq menekankan bahwa konsep deep learning dalam pendidikan menuntut perubahan cara berpikir pendidik dan peserta didik agar pembelajaran tidak lagi bersifat dangkal dan administratif semata.
“Deep learning harus mendorong pembelajaran yang bermakna, kritis, dan kontekstual. Mahasiswa pascasarjana memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang nantinya akan menerjemahkan kebijakan dan gagasan besar pendidikan ke dalam praktik pembelajaran di kelas,” ujarnya.
Rektor Umsura Dr. Mundakir menyampaikan bahwa mahasiswa pascasarjana, termasuk mahasiswa S2 PBSI, memiliki posisi strategis dalam mendorong transformasi pendidikan nasional.
“Mahasiswa S2 harus menjadi motor penggerak inovasi pendidikan. Mereka tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu merumuskan solusi dan praktik pembelajaran yang relevan dengan tantangan era digital,” kata Mundakir.
Dia menegaskan bahwa Umsura terus membuka ruang akademik yang mendorong mahasiswa pascasarjana aktif berdialog dengan pembuat kebijakan dan praktisi pendidikan nasional.
Kuliah umum ini turut dihadiri jajaran pimpinan Umsura, di antaranya empat Wakil Rektor, anggota Badan Pembina Harian (BPH) Umsura Dr. HM. Sulthon Amien, MM, serta dosen dan mahasiswa FPKS. Diskusi dipandu oleh Dekan FPKS Umsura, Achmad Hidayatullah, Pd.D, dan berlangsung interaktif.
Mahasiswa S2 PBSI aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait implementasi deep learning dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, termasuk tantangan literasi digital dan penguatan karakter peserta didik.
Ketua Program Studi S2 PBSI Umsura, Dr. Mas’ulah, MA, menilai kuliah umum ini menjadi forum strategis bagi mahasiswa pascasarjana untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kompetensi profesional.
“Kuliah umum ini sangat penting bagi mahasiswa S2 PBSI karena memperkuat pemahaman tentang deep learning, transformasi pendidikan digital, serta arah kebijakan nasional. Semua ini menjadi bekal dalam meningkatkan kapasitas guru, kualitas pembelajaran bahasa dan sastra, dan pengembangan riset pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, keaktifan mahasiswa dalam forum akademik seperti ini mencerminkan kesiapan mereka menjadi pendidik dan akademisi yang adaptif, kritis, dan visioner menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui kegiatan ini, Umsura menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran mahasiswa pascasarjana sebagai subjek utama transformasi pendidikan.
Keterlibatan aktif mahasiswa S2 PBSI dalam kuliah umum ini diharapkan mampu melahirkan gagasan, riset, dan praktik pembelajaran inovatif yang relevan dengan kebutuhan zaman. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments