Semangat pengabdian ditunjukkan tiga mahasiswa berkebutuhan khusus dari Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kemala Bhayangkari 2 Gresik.
Ketiga mahasiswa itu, Mohamat Rizky, Achmad Amri, dan Muhammad Dani, merupakan penyandang tunarungu yang membuktikan keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkontribusi. Didampingi dosen pembimbing, Dr Andi Rahmad Rahim SPi MSi, mereka melaksanakan sejumlah program yang tidak hanya bermanfaat bagi SLB, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Mengajarkan Bahasa Isyarat
Salah satu program unggulan KKN ini adalah pelatihan bahasa isyarat bagi guru, orang tua siswa, dan warga sekitar sekolah. Tujuannya meningkatkan kesadaran dan keterampilan komunikasi masyarakat terhadap penyandang disabilitas, khususnya tunarungu.
Para peserta belajar dasar-dasar bahasa isyarat, kosakata sehari-hari, hingga percakapan sederhana. Suasana pelatihan berlangsung hangat karena mereka belajar langsung dari mahasiswa penyandang tunarungu. Banyak peserta mengaku pengalaman ini sangat berkesan dan membuka wawasan baru.
Membawa SLB ke Dunia Digital
Selain pelatihan bahasa isyarat, mereka juga memberi pelatihan pembuatan website sederhana untuk guru dan siswa. Isi website meliputi profil sekolah, galeri kegiatan, dan fitur yang bisa diakses masyarakat luas. Tujuannya agar SLB memiliki citra digital yang lebih modern dan informatif.
Program ini sekaligus melatih literasi digital di kalangan pendidik dan siswa. Bagi sekolah, langkah ini membantu memperkuat branding sekaligus menyampaikan informasi dan prestasi siswa kepada publik.

Aktif di Kelas dan Ekstrakurikuler
Ketiga mahasiswa juga terlibat langsung dalam proses belajar mengajar. Dengan pengalaman sebagai tunarungu, mereka bisa membangun kedekatan emosional dengan siswa SLB. Mereka memberikan bimbingan akademik, motivasi, hingga pelatihan dasar coding menggunakan HTML dan CSS.
Bagi siswa, kesempatan belajar langsung dari mahasiswa menjadi pengalaman berharga. Mereka termotivasi untuk mencoba hal-hal baru, khususnya di bidang teknologi informasi.
Meriahkan Lomba dan Dukung Atlet Paralampik
Menjelang HUT ke-80 RI, mahasiswa KKN ikut membantu sekolah menyelenggarakan lomba 17 Agustusan. Mereka terlibat sejak perencanaan, menjadi juri, hingga menata perlengkapan. Kehadiran mereka menambah semarak peringatan hari kemerdekaan di sekolah.
Selain itu, mereka juga mendampingi siswa yang akan bertanding di ajang Paralampik tingkat Kabupaten Gresik. Pendampingan berupa latihan fisik dasar, motivasi, hingga dukungan teknis. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat juang para atlet muda penyandang disabilitas.
Pendidikan yang Memberdayakan
Dosen pembimbing, Dr Andi Rahmad Rahim, mengungkapkan rasa bangga atas semangat ketiga mahasiswa bimbingannya.
“Ini bukan hanya tentang pengabdian, tapi juga tentang pendidikan yang memberdayakan. Ketiga mahasiswa ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk memberikan manfaat bagi sesama,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen UMG membangun kampus yang ramah disabilitas. UMG terus mendorong partisipasi mahasiswa berkebutuhan khusus agar dapat berkembang, mandiri, dan berdaya saing.

Inspirasi dari Gresik
Kehadiran tiga mahasiswa UMG memberi kesan mendalam bagi warga SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik. Para guru, orang tua, dan siswa merasa sangat terbantu sekaligus terinspirasi. Mereka berharap kerja sama dengan UMG dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Bagi Rizky, Amri, dan Dani, KKN ini bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan kesempatan untuk menunjukkan bahwa setiap orang, meski dengan keterbatasan, punya ruang untuk tumbuh, berkontribusi, dan menginspirasi. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments