Produksi kerupuk samiler di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, kini semakin efisien berkat inovasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya).
Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mereka menghadirkan oven tenaga surya hibrida yang mampu mengatasi kendala pengeringan tradisional yang selama ini bergantung pada cuaca dan berisiko menurunkan kualitas produk.
Metode tradisional pengeringan di bawah sinar matahari terbuka juga menimbulkan masalah serius, di antaranya:
Ketergantungan pada cuaca, terutama saat musim hujan yang dapat menghentikan proses produksi.
Risiko kontaminasi dari debu, polusi, serangga, dan hewan, sehingga mengurangi standar kebersihan.
Proses yang memakan waktu dan tenaga, karena memerlukan pemantauan dan pembalikan produk secara manual.
Biaya tambahan dan dampak lingkungan, ketika produsen menggunakan bahan bakar kayu atau gas untuk pengeringan alternatif.
Kualitas yang tidak merata, karena distribusi panas yang tidak konsisten.
“Oven ini dirancang agar tetap dapat berfungsi optimal dalam berbagai kondisi cuaca. Saat matahari bersinar, panas dari kolektor surya dimanfaatkan, sedangkan saat mendung atau butuh percepatan pengeringan, blower listrik membantu sirkulasi panas agar tetap merata,” jelas tim KKN.
Teknologi ini dinilai ramah lingkungan, hemat energi, dan mampu meningkatkan produktivitas serta kualitas kerupuk samiler.
Selain itu, penerapan teknologi tepat guna ini diharapkan menjadi model inovasi yang dapat diaplikasikan untuk berbagai produk olahan pangan lainnya.
Didin Cahya Saputra, mahasiswa Jurusan Arsitektur UMSurabaya sekaligus anggota tim pengembang, menyampaikan:
“Kami tidak hanya fokus pada aspek fungsional, tetapi juga pada desain ergonomis dan efisiensi ruang. Oven ini dibuat dengan mempertimbangkan aliran udara panas agar merata dan meminimalkan kehilangan energi. Harapannya, desain ini bisa direplikasi oleh UMKM dengan biaya terjangkau.”
Dengan adanya oven tenaga surya hibrida ini, pelaku UMKM di Desa Wonosunyo dapat mengurangi ketergantungan pada cuaca, mempercepat proses produksi, menjaga higienitas produk, dan menekan biaya operasional secara signifikan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments