Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa UMG Edukasi “Isi Piringku” di TK Pulorejo Lewat Permainan Interaktif

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa UMG Edukasi “Isi Piringku” di TK Pulorejo Lewat Permainan Interaktif
Mahasiswa UMG mengenalkan konsep gizi seimbang “Isi Piringku” kepada anak-anak TK Dharmawanita II Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Upaya menanamkan kesadaran hidup sehat sejak usia dini terus digencarkan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim mahasiswa UMG mengenalkan konsep gizi seimbang “Isi Piringku” kepada anak-anak TK Dharmawanita II Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa, khususnya pada anak usia dini yang berada pada fase emas pertumbuhan dan perkembangan.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat UMG terdiri atas 15 mahasiswa dari empat program studi, yakni Manajemen, Teknik Industri, Ilmu Gizi, dan Kesehatan Masyarakat.  Pengenalan program dilaksanakan pada 27 Januari 2026.

Mereka didampingi oleh Dr. Dwita Laksmita Rachmawati, S.S., M.Li, dosen Program Pascasarjana Magister Pendidikan Bahasa Inggris UMG.

Kolaborasi lintas disiplin ini memperkaya pendekatan edukasi yang diberikan. Tidak hanya menyampaikan materi, tim juga merancang media pembelajaran kreatif dan metode interaktif agar materi mudah dipahami anak-anak.

Dwita menjelaskan, kegiatan ini tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi warga desa, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, tim mendapatkan pendampingan langsung dari dosen pembimbing agar proses edukasi berjalan terarah, sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kondisi sosial masyarakat Desa Pulorejo.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada konsep “Isi Piringku”, pedoman gizi seimbang yang menekankan pentingnya mengonsumsi makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah dalam satu piring setiap kali makan.

Agar mudah dipahami anak usia dini, materi dikemas melalui permainan interaktif. Anak-anak diajak memilih gambar makanan yang tersedia pada media “piring edukatif”, lalu menyusunnya sesuai komposisi gizi seimbang.

Mereka juga diajak menyusun huruf menjadi kata berdasarkan gambar makanan yang dipilih, bernyanyi bersama lagu bertema “Isi Piringku”, serta berdiskusi ringan tentang makanan favorit yang biasa mereka konsumsi di rumah.

Suasana kelas pun berubah menjadi lebih hidup. Gelak tawa dan semangat anak-anak mewarnai setiap sesi permainan. Mereka berebut menjawab pertanyaan dan antusias menunjukkan pilihan makanan sehat versinya masing-masing.

Pendekatan bermain sambil belajar terbukti efektif. Anak-anak tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga terlibat aktif dalam setiap aktivitas. Metode ini membuat pesan tentang pentingnya makan sayur dan buah tersampaikan tanpa kesan menggurui.

Pihak TK Dharmawanita II Desa Pulorejo menyambut baik kegiatan tersebut. Para guru menilai metode edukatif yang digunakan sangat sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Salah satu guru menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas mahasiswa UMG.

“Anak-anak lebih mudah memahami konsep makanan sehat melalui permainan. Mereka terlihat senang dan tidak merasa sedang diajari secara formal,” ungkap salah seorang guru TK Dharmawanita II.

Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat membantu sekolah dalam memperkaya materi pembelajaran, khususnya terkait pendidikan kesehatan yang memang perlu ditanamkan sejak dini.
Media Edukasi Ramah Lingkungan

Sebagai penutup kegiatan, tim Pengabdian kepada Masyarakat membagikan media edukasi sederhana berupa stiker bertema “Isi Piringku” yang dibuat dari bahan bekas.

Selain sebagai pengingat visual bagi anak-anak, penggunaan bahan daur ulang juga menjadi bentuk edukasi tentang kepedulian lingkungan.

Stiker tersebut diharapkan dapat ditempel di rumah sehingga anak-anak dapat mengingat kembali komposisi makanan sehat setiap kali makan bersama keluarga.

Dengan demikian, pesan yang disampaikan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut dalam praktik sehari-hari. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu