Sorak-sorai menggema di Bonderland Waterpark Pakisaji, Kabupaten Malang, saat nama Muhammad Nizam Taufiqulhakim diumumkan sebagai Duta Pemuda Kabupaten Malang 2025. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini sukses menyisihkan puluhan finalis lain berkat ide inovatifnya dalam digitalisasi kearifan lokal.
Lewat program itu, Nizam ingin memperkenalkan budaya, UMKM, dan potensi daerah Malang ke publik melalui konten kreatif di media sosial.
Gelar bergengsi ini mengukuhkannya sebagai Agent of Change dan mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan daerah.
Duta Pemuda Kabupaten Malang sendiri merupakan ajang yang bertujuan mencari sosok pemuda inspiratif yang siap berandil nyata, menjadi panutan, serta mengembangkan potensi lokal seperti UMKM, budaya, dan pariwisata.
Kemenangan Nizam ini menjadi representasi nyata dari semangat mahasiswa UMM yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga non-akademik.
Bagi Nizam, prestasi ini merupakan kelanjutan dari minatnya di ajang pemilihan duta yang telah dirintis sejak SMA.
“Duta Pemuda ini merupakan ajang pertamaku, dan alhamdulillah berhasil meraih juara satu. Sebelumnya, sejak SMA aku sudah aktif mengikuti berbagai ajang duta mulai dari Duta Sekolah (juara satu), kemudian Duta Anti-Narkoba namun belum juara, hingga saat kuliah ikut Putra Putri Kampus dan meraih juara dua. Setelah itu, aku kembali mencoba di Duta Pemuda dan kembali bersyukur bisa meraih juara satu,” ujarnya seperti rilis yang diterima PWMU.CO, Rabu (15/10/2025).
Dia membawa program unggulan yang berfokus pada digitalisasi kearifan lokal. Program ini lahir dari latar belakangnya di Ilmu Komunikasi dan bekal ilmu dari program Center of Excellence (CoE) UMM.
CoE UMM adalah program unggulan universitas yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan keahlian spesifik mahasiswa sesuai kebutuhan industri dan dunia kerja, melalui kelas-kelas profesional. Nizam fokus pada bidang media digital.
“Akhirnya aku membawa diriku sebagai social media supervisor. Nah, akhirnya aku programnya fokus ke media digital, yaitu membuat konten singkat mengenai budaya, UMKM, kearifan lokal yang ada di Kabupaten Malang yang dimana nanti kita kelola dan kemas menjadi konten kreatif begitu. Tentunya melalui kegiatan CoE, aku mendapatkan bekal berharga yang memperkaya pengalaman dan menumbuhkan potensiku. ” jelasnya.
Meskipun padat dengan kuliah, organisasi, dan aktivitas freelancer MC/EO, Nizam berhasil memanajemen waktu dengan baik. Ia berharap mahasiswa UMM lainnya tidak takut mencoba dan terus memperluas koneksi.
“Jangan cuma fokus dalam satu hal karena memang kita gak tau apa yang akan terjadi di depan. Jadi banyakin peluang untuk bisa kita menjalin koneksi sama orang lain, banyakin relasi, komunikasi, dan juga banyakin pengalaman. Karena sesuatu keberhasilan pasti ada proses yang harus kita lakukan terlebih dahulu,” jelasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments