Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa UMM Sulap Minyak Jelantah Jadi Sabun dengan Mesin Inovatif

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa UMM Sulap Minyak Jelantah Jadi Sabun dengan Mesin Inovatif
Mahasiswa UMM Sulap Minyak Jelantah Jadi Sabun dengan Mesin Inovatif. Foto: Ist/PWMU.CO
pwmu.co -

Kepedulian terhadap persoalan lingkungan kembali diwujudkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui inovasi teknologi tepat guna.

Minyak jelantah yang kerap terabaikan kini dapat diolah menjadi sabun berkat Re-Oil to Soap Refiner Machine. Prototipe ini lahir dari proses pembelajaran di mata kuliah Perancangan dan Pengembangan Produk (P3) Teknik Industri.

Inovasi ini digagas oleh Aulia Chandra Subrolarang, mahasiswa Teknik Industri angkatan 2023, bersama tim 10 orang. Berangkat dari banyaknya minyak jelantah yang dibuang tanpa pengolahan, mereka melihat peluang menghadirkan solusi sederhana namun berdampak.

“Banyak minyak jelantah yang belum bisa diolah dan akhirnya dibuang. Dari situ kami ingin membuat prototipe agar minyak tersebut bisa dimanfaatkan kembali,” jelas Chaca, sapaan akrabnya.

Proses dan Keunggulan Mesin

Mesin ini dirancang untuk skala rumah tangga dan UMKM. Proses dimulai dari filtrasi untuk memisahkan kotoran padat, kemudian minyak dipanaskan agar lebih encer dan mudah dicampur dengan bahan pendukung. Selanjutnya, mixing otomatis dilakukan hingga adonan sabun siap dicetak dan didinginkan.

Keunggulan utama alat ini adalah sistem yang efisien dan ramah lingkungan. Proses otomatis mengurangi beban kerja manual dan mempercepat produksi. Konsepnya sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular karena mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Keunggulannya ada pada proses yang lebih efisien dan mendukung konsep sustainability serta circular economy,” tambah Chaca.

Selama pengembangan, tim menghadapi tantangan di tahap uji coba. Beberapa kali percobaan dilakukan untuk memastikan sabun terbentuk dengan baik. Diskusi intensif bersama dosen pembimbing menjadi bagian penting dalam penyempurnaan desain dan sistem kerja mesin.

Meski masih berupa prototipe berkapasitas 1,5 liter, Chaca optimis alat ini dapat dikembangkan lebih lanjut. Target pengembangan termasuk meningkatkan kapasitas hingga 5 liter dan mempercepat sistem mixing agar lebih efisien.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Dampak Lingkungan dan Ekonomi

Inovasi ini berpotensi membantu masyarakat mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah. Dari sisi ekonomi, sabun yang dihasilkan dapat menjadi peluang usaha baru bagi UMKM setelah melalui pengujian lanjutan.

Bagi Chaca, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga tentang kolaborasi dan keberanian menuangkan ide.

“Jangan takut menyampaikan ide, karena siapa tahu ide tersebut bisa menjadi solusi yang bermanfaat,” pesannya.

Dosen pembimbing Amelia Khoidir, S.T., M.Sc., menilai inovasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa mengintegrasikan rekayasa produk dengan isu keberlanjutan. Melalui mata kuliah P3, mahasiswa dilatih peka terhadap masalah nyata dan mampu merancang solusi berbasis teknologi proses.

“Ke depan, sistem ini berpotensi dikembangkan menjadi mesin daur ulang pintar dengan fitur monitoring produksi, kontrol kualitas otomatis, serta analisis efisiensi energi dan biaya operasional,” jelasnya.

Melalui pembelajaran berbasis proyek seperti P3, UMM kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus inovatif yang mendorong lahirnya karya aplikatif dari ruang kelas.

Inovasi ini membuktikan bahwa dari ruang kelas UMM, lahir gagasan yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡