Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa Unair Gelar Sosialisasi Antibullying di SD Mugres, Murid Diajak Jadi Pelopor Sekolah Ramah

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa Unair Gelar Sosialisasi Antibullying di SD Mugres, Murid Diajak Jadi Pelopor Sekolah Ramah
Sosialisasi Antibullying oleh mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya di SD Mugres Kampus A (Lailatul Mardhiyyah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman terus digalakkan di SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Anti-bullying yang diselenggarakan oleh mahamurid Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada Kamis (15/01/2026) di Aula Sang Surya, SD Mugres Kampus A.

Kegiatan ini diikuti oleh murid kelas 5 sebagai peserta utama. Sejak awal acara, suasana aula tampak ramai namun kondusif. Para murid duduk dengan tertib, menyimak setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh tim KKN Unair dengan konsep edukatif dan interaktif.

Acara diawali dengan sambutan Kepala SD Mugres Kampus A, Luluk Subaidah, S.Pd. Dalam sambutannya, Luluk menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahamurid KKN Unair terhadap isu bullying di lingkungan sekolah dasar.

“Bullying bukan hal sepele. Dampaknya bisa sangat panjang bagi perkembangan mental dan kepercayaan diri anak. Kegiatan ini menjadi penguatan penting agar anak-anak SD Mugres mampu saling menghargai, berempati, dan berani berkata tidak pada perundungan,” ungkap Luluk.

Anti Bullying

Sambutan dilanjutkan oleh Tim KKN Unair Surabaya, yang menjelaskan tujuan utama kegiatan sosialisasi ini. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sejak dini tentang apa itu bullying, jenis-jenisnya, dampak yang ditimbulkan, serta cara bersikap jika menjadi korban maupun saksi bullying.

Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi inti. Materi disampaikan secara komunikatif dengan bantuan tampilan visual yang menarik. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga bisa berbentuk ejekan verbal, pengucilan, hingga perundungan melalui media digital. Murid juga diajak mengenali perbedaan antara bercanda dan menyakiti perasaan orang lain.

Yang menarik, penyampaian materi diselingi dengan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan murid sehari-hari, sehingga mereka lebih mudah memahami. Beberapa murid terlihat aktif mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan pemateri.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Suasana semakin hidup saat memasuki sesi tanya jawab interaktif. Para murid yang berani bertanya atau menjawab pertanyaan mendapatkan reward sebagai bentuk apresiasi. Strategi ini terbukti efektif meningkatkan keberanian dan partisipasi murid.

Salah satu murid kelas 5, Mohammad Zam Zami Anwar, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini.

“Acaranya seru, jadi tahu kalau mengejek teman itu termasuk bullying. Tadi juga senang bisa dapat hadiah karena berani jawab,” ujar Zami dengan wajah ceria.

Menjelang penutupan, mahasiswa KKN Unair memberikan penghargaan kenang-kenangan kepada SD Mugres Kampus A sebagai simbol kerja sama dan apresiasi atas sambutan hangat pihak sekolah. Momen ini menjadi penutup yang berkesan sekaligus menandai komitmen bersama dalam menciptakan sekolah yang ramah anak. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu