Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa UNIDA Gontor Kunjungi MTT PWM Jatim, Bahas Rasionalitas Aqidah dan Reformasi Sosial Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa UNIDA Gontor Kunjungi MTT PWM Jatim, Bahas Rasionalitas Aqidah dan Reformasi Sosial Muhammadiyah
Mahasiswa dan Dosen Penbimbing UNIDA Gontor. Foto: Syahroni Nur Wachid/PWMU.CO
pwmu.co -

Sebanyak 12 mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor bersama seorang dosen pembimbing berkunjung ke Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Rabu (29/10/2025).

Rombongan mahasiswa semester 6 tersebut dipimpin oleh Dr Muhammad Shohibul Mujtaba, dosen pembimbing UNIDA Gontor. Mereka disambut hangat oleh Wakil Sekretaris MTT PWM Jatim, Syahroni Nur Wachid, dan Ketua Divisi Kaderisasi dan Publikasi, Dr Piet Hizbullah Khaidir, di kantor PWM Jatim.

Dalam sambutannya, Dr Shohibul Mujtaba menyampaikan rasa syukur atas sambutan hangat keluarga besar Muhammadiyah Jatim. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari agenda field study mata kuliah Gerakan Sosial dan Pemikiran Islam Kontemporer yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa tentang dinamika pemikiran tajdid Muhammadiyah.

“Kami ingin belajar langsung bagaimana Muhammadiyah membangun rasionalitas aqidah yang berdampak pada reformasi sosial-keagamaan. Ini penting agar mahasiswa memahami hubungan antara filsafat, teologi, dan gerakan sosial secara aplikatif,” ujarnya.

Purifikasi dan Tajdid: Pilar Gerakan Muhammadiyah

Dalam sesi diskusi, Dr Piet Hizbullah Khaidir menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki dua pilar utama dalam tajdid, yakni purifikasi aqidah dan reformasi sosial-keagamaan. Menurutnya, purifikasi bukan berarti sikap eksklusif atau penolakan terhadap tradisi, melainkan upaya memurnikan tauhid dari hal-hal yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, sekaligus merespons realitas sosial secara rasional.

“Kiai Ahmad Dahlan melakukan purifikasi aqidah bukan sekadar menolak tradisi tahlilan, tetapi karena beliau melihat dampak sosial dan ekonomi masyarakat yang terbebani oleh praktik itu—misalnya sampai berutang kepada rentenir. Maka tajdid Muhammadiyah selalu dimulai dari kesadaran sosial,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa gerakan tajdid tidak berhenti pada tataran pemikiran, tetapi diwujudkan dalam amal nyata melalui bidang pendidikan, kesehatan, hingga penanggulangan bencana oleh MDMC.

“Inilah makna tajdid sosial-keagamaan: pemurnian aqidah yang melahirkan gerakan kemanusiaan. Karena itu Muhammadiyah memilih istilah Penolong Kesengsaraan Umum (PKU), bukan Penolong Kesengsaraan Umat, sebagai wujud kepedulian universal, rahmatan lil alamin,” tambahnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Akal, Wahyu, dan Etos Gerakan

Dalam kesempatan yang sama, Dr Piet memaparkan kerangka berpikir tarjih dan tajdid Muhammadiyah yang berpijak pada integrasi antara wahyu dan akal. Menurutnya, rasionalitas aqidah menjadi dasar bagi reformasi sosial yang beretika dan berkemajuan.

“Manhaj tarjih Muhammadiyah selalu menempatkan Al-Qur’an, Sunnah, dan akal sehat sebagai panduan berpikir. Karena itu, reformasi sosial harus lahir dari proses berpikir ilmiah, spiritual, dan kemanusiaan yang berkeadaban,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa MTT PP Muhammadiyah diamanahi untuk menyusun Tafsir Muhammadiyah (Tafsir At-Tanwir) yang in shaa Allah dapat rampung dan dilaunching pada Muktamar 2027 di Medan.

“Dalam tafsir ini kami menekankan pendekatan tahlili cum maudhu‘i, dipandu integrasi iman dan akal, dengan mengungkapkan etos ilmu, spiritual, ekonomi, sosial, budaya, serta kontekstualisasinya pada masa kini, agar Tafsir Muhammadiyah dapat menjadi panduan hidup Qurani yang kontekstual dan relevan dengan masa kini,” jelasnya.

Dialog Inspiratif dan Wawasan Baru

Suasana diskusi berlangsung interaktif. Para mahasiswa aktif bertanya seputar strategi dakwah di era digital, tantangan pemikiran konservatif di media sosial, serta bagaimana Muhammadiyah menjaga kesinambungan kaderisasi melalui pendidikan dan literasi Al-Islam Kemuhammadiyahan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu