
PWMU.CO – Mahasiswi Program Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) berhasil menorehkan prestasi akademik dalam ajang Festival Mahasiswa (Fesma) 2025 yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMG, 14–16 Juli 2025.
Adalah Aisyah Laili Habibah Firdausi dan Calya Berliana Dewi Erlinda, mahasiswa semester enam, yang meraih juara III dalam cabang lomba Cerdas Cermat Mahasiswa. Mereka berhasil menyisihkan belasan tim peserta lainnya dan melaju ke babak final dari total 22 peserta atau 11 tim.
Kompetisi ini merupakan bagian dari Fesma 2025, yang digelar pada 15–17 Juli 2025 dan diikuti oleh tim mahasiswa dari berbagai Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMJ) di lingkungan UMG. Setiap tim terdiri atas dua orang mahasiswa dengan total kuota sebanyak 30 tim.
Hadiah yang diperebutkan dalam lomba ini meliputi uang pembinaan, trofi, dan sertifikat bagi tiga tim terbaik. Selain menjadi ajang adu cepat dan tepat dalam menjawab soal, lomba ini juga dimaksudkan membangun budaya akademik yang sportif dan kompetitif di kalangan mahasiswa UMG.
Calya, yang saat ini tengah menjalani magang di perusahaan fashion Ramli, mengatakan bahwa pada tahap awal mereka harus menjawab 50 soal. “Soalnya mencakup sejarah dunia, politik, olahraga, dan isu terkini. Yang paling sulit adalah soal ‘Siapa Presiden Amerika Serikat saat Perang Dunia Kedua berakhir?’” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dorongan mengikuti kegiatan ini datang dari Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Entrepreneur (Himapreneur), Miftakhul Kanafi. “Alhamdulillah kami lolos ke babak selanjutnya yang menyisakan delapan tim,” timpal Aisyah.
Mahasiswi yang hafal 30 juz Al-Quran itu menjelaskan bahwa selain belajar melalui internet, ia juga berdoa agar diberikan kemudahan. “Untuk tahap selanjutnya, soalnya lebih mendalam, di antaranya tokoh penentang apartheid,” paparnya.
Tahap berikutnya menyajikan 40 soal yang harus dijawab dalam waktu 45 menit. “Ada juga soal tentang tujuan Perjanjian Renville bagi Belanda dan unsur yang paling berpengaruh terhadap pemanasan global. Jumlahnya kecil, tapi sangat berdampak,” ujar Aisyah, alumnus Pondok Pesantren Al-Izza Batu, Malang.
Calya menambahkan, pada tahap final mereka masuk ke babak Cerdas Cermat bersama enam tim lainnya. “Kami harus berlomba menjawab pertanyaan lebih cepat dari peserta lain,” ujar Calya yang juga mengelola minimarket di kawasan Suci, Gresik. (*)
Penulis Aries Kurniawan Editor M Tanwirul Huda


0 Tanggapan
Empty Comments