
PWMU.CO – Koordinator Mutu Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, Wahid Lestiono MPd menyampaikan seruan moral kepada guru, Rabu (28/5/2025).
Hal ini disampaikan saat memberikan pembinaan dalam acara sosialisasi penjaringan calon kepala SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Genteng yang berlangsung di aula sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh semua guru dan karyawan SMK Muda Genteng.
Sebelum memberikan motivasi kepada para guru dan karyawan tersebut, ia membacakan satu ayat dalam al-Quran Surat adz-Dzariyat 56.
Di ayat tersebut dijelaskan bahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Termasuk di antaranya dengan menjadi seorang guru yang menjadi bagian dari ibadah.
Ia menjelaskan bahwa ibadah terbagi menjadi dua, yaitu ibadah khashah (khusus) dan ibadah ammah (umum). “Ibadah khusus seperti shalat. Sedangkan ibadah umum seperti menolong orang. Dan termasuk mengajar peserta didik,” ujarnya.
Wahid Lestiono mengajak para guru untuk memperbaiki niatnya menjadi guru. Kemudian disempurnakan dengan meningkatkan kemampuan.
Oleh karena itu guru Muhammadiyah perlu melakukan refleksi. Dengan perenungan yang mendalam atas pengalamannya.
Harapannya agar tidak terjadi mal praktik dan tindakan preventif terhadap kecelakaan kerja.
Dalam pembinaan ini ia menyampaikan seruan moral kepada guru untuk mampu meletakkan anggaran pribadinya secara profesional. Serta harus akomodatif terhadap perkembangan kemajuan pendidikan.
Di akhir pembinaan itu, Wahid mengingatkan guru agar selalu update terhadap perkembangan. Dengan mengingatkan bahwa seorang guru memiliki beberapa persyaratan, antara lain:
- Harus memenuhi kualifikasi S-1.
- Memiliki 4 kompetensi, yakni kompetensi pedagogi, kepribadian, sosial, dan profesional.
- Memiliki sertifikasi profesi.
Sedangkan untuk kepala sekolah harus memiliki kompetensi kepribadian, sosial, manajerial, supervisi, dan kewirausahaan.
Ia pun berpesan kepada guru di Muhammadiyah untuk mempelajari Himpunan Putusan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Namun tidak eklusif, berfikir formal, dan logis. Serta terus meningkatkan kreativitas dengan mengikuti pelatihan,” pesannya.(*)
Penulis Taufiqur Rohman Editor Zahrah Khairani Karim





0 Tanggapan
Empty Comments