
PWMU.CO – Dalam rangka menyikapi dinamika kebijakan pendidikan terbaru sekaligus mengakselerasi capaian program kerja periode 2023–2027, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Kantor PWM Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1, Surabaya pada Minggu (18/5/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari seratus peserta, meliputi Personalia Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jatim, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah bidang pendidikan dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, serta ketua dan sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF tingkat PDM se-Jawa Timur.
Rakorwil secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua PWM Jawa Timur Bidang Pendidikan, Dr Hidayatulloh MSi, setelah diawali dengan pembacaan ayat suci al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya, serta sambutan dari Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jatim, Prof Dr Khozin MSi.
Dalam sambutan pengantarnya, Prof Khozin menegaskan bahwa Rakorwil ini merupakan wadah konsolidasi visi dan langkah strategis Muhammadiyah untuk menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Prof Khozin menegaskan bahwa sekolah-sekolah Muhammadiyah kini menghadapi berbagai tantangan sosial dan kultural.
“Sebagian sekolah Muhammadiyah telah mampu bertahan bahkan berprestasi dalam menghadapi tantangan tersebut. Namun, jumlah sekolah yang masih harus berjuang dan berbenah agar dapat bertahan dan bersaing dengan sekolah lain masih jauh lebih banyak,” ujarnya.
Dalam sambutan pembukaannya, Dr Hidayatulloh MSi menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara sekolah Muhammadiyah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah. Salah satu bentuk konkret dari kolaborasi ini adalah mendorong para lulusan sekolah Muhammadiyah untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Muhammadiyah atau perguruan tinggi Muhammadiyah, alih-alih memilih sekolah atau kampus negeri.
Rakorwil yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.30 WIB ini membahas beberapa agenda utama, yakni:
1. Pemaparan program kerja strategis Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jatim.
2. Penguatan penjaminan mutu serta akreditasi sekolah/madrasah oleh Ketua BAN PDM Jatim, Phonny Adityawan Mulyana SE MM.
3. Penyampaian kebijakan nasional oleh Staf Ahli Kemendikdasmen Bidang Regulasi dan Hubungan Antar-Lembaga, Prof Dr Biyanto MAg.
Menjelang penutupan, para peserta aktif berdiskusi dan menyusun rencana aksi guna mensinergikan kebijakan pendidikan Muhammadiyah di tingkat wilayah dan daerah.
Dalam diskusi yang dipandu Sekretaris Dikdasmen dan PNF PWM Jatim, Dr Eko Hardiansyah SPsi MPsi, para peserta mengemukakan berbagai persoalan, mulai dari sarana prasarana, ketersediaan buku teks, pengangkatan kepala dan wakil kepala sekolah, hingga kebutuhan guru dan tenaga kependidikan, serta isu-isu lain terkait tata kelola sekolah di daerah masing-masing.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah di seluruh tingkatan, dari wilayah hingga daerah. (*)
Penulis Masulah Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments