Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjalin kerja sama strategis dengan Google Indonesia untuk memperkuat komitmen transformasi digital pendidikan tinggi.
Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Bambang Setiaji, berharap kemitraan ini mampu mendorong percepatan digitalisasi riset di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA).
Program ini mencakup peningkatan kapasitas dosen, mahasiswa, dan institusi agar ekosistem akademik semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Kita memasuki era di mana riset tidak lagi bisa lepas dari teknologi. Pemanfaatan AI, manajemen data yang aman, hingga kolaborasi digital adalah kunci kemajuan perguruan tinggi kita,” ujarnya dalam pertemuan yang digelar di Kantor Google Indonesia, Jakarta, Jumat (1/8/2025).
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan dari berbagai PTMA, di antaranya Universitas Muhammadiyah Buton, Gombong, Gresik, Kalimantan Timur, Palembang, Palu, Pekajangan Pekalongan, Prof. Dr. HAMKA, Sidenreng Rappang, Sorong, Sukabumi, Sumatera Utara, Tasikmalaya, Tangerang, dan ITB Muhammadiyah Bali.
Acara dilanjutkan dengan sesi workshop oleh tim Google Indonesia. Program Manager Google Indonesia, Pandu Nugroho, menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi civitas akademika.
“AI akan menjadi kebutuhan dasar di masa depan, termasuk untuk penyusunan jurnal, riset, hingga simulasi wawancara kerja. Keamanan data menjadi prioritas, dan Google Workspace for Education kami kelola langsung tanpa pihak ketiga,” jelasnya dikutip dalam laman Muhammadiyah.or.id.
Ia juga menggarisbawahi fitur-fitur pendukung pembelajaran, seperti pembatasan akses wifi melalui Chrome, optimalisasi kreativitas pembelajaran, dan teknik prompting yang tepat di AI. “Semakin detail dan panjang prompt yang diberikan, semakin berkualitas pula output yang dihasilkan,” tambahnya.
Dengan kerja sama ini, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah optimistis PTMA dapat melahirkan lulusan unggul secara akademis, adaptif terhadap perubahan, kreatif, dan siap menjawab tantangan global menuju Indonesia Emas 2045. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments