Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Konsolidasi Tata Kelola Masjid dan Musala Muhammadiyah di Kampus I Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Rabu (20/8/2025).
Agenda ini berfokus pada pembahasan regulasi tata kelola masjid dan musala Muhammadiyah dengan menekankan integrasi pengelolaan masjid bersama Korps Mubaligh Muhammadiyah.
Harapannya, rumah ibadah tidak hanya menjadi pusat ritual, tetapi juga basis dakwah yang lebih sistematis.
Perkenalkan Sitama
Dalam kesempatan itu, Majelis Tabligh PP Muhammadiyah juga memperkenalkan Sistem Pendataan Tabligh Muhammadiyah (Sitama), aplikasi digital untuk mendata kegiatan dakwah dan kemasjidan. Inovasi ini disebut sebagai langkah awal menuju tata kelola modern yang berbasis teknologi.
Wakil Sekretaris Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Dr. Waluyo, menegaskan pentingnya menindaklanjuti amanah Muktamar ke-48.
“Amanah muktamar adalah mengintegrasikan pengelolaan tabligh dengan Korps Mubaligh Muhammadiyah. Ini merupakan format strategis untuk memperkuat dakwah persyarikatan di masa depan,” tegasnya dikutip dalam laman Muhammadiyah.or.id.
Sinergi Pendidikan dan Dakwah
Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Susianto, menyambut baik langkah Majelis Tabligh. Ia menilai sinergi antara dunia pendidikan dan gerakan dakwah sangat penting untuk memperkuat peran Muhammadiyah di masyarakat.
“Perjalanan panjang membesarkan kampus Muhammadiyah Bengkulu merupakan cerminan dakwah yang konsisten. Ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pendidikan dan gerakan dakwah di Persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Bengkulu, Aan, menilai forum ini sebagai momentum berharga bagi Muhammadiyah di daerahnya.
“Ini merupakan tonggak penting untuk menata masjid Muhammadiyah agar terkelola dengan baik dan profesional, serta dapat menjadi pusat dakwah umat,” ungkapnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments