Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Makna Kabar Kegembiraan Bulan Ramadhan

Iklan Landscape Smamda
Makna Kabar Kegembiraan Bulan Ramadhan
Moh Helman Sueb kontributor aktif PWMU (Foto: Helman/PWMU.CO)
Oleh : Moh. Helman Sueb Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat Lamongan
pwmu.co -

Setiap tahun kita menyambut bulan Ramadhan yang penuh hikmah dengan berbagai acara sebelum Ramadhan tiba, dengan kegiatan yang berbeda-beda. Paling menonjol adalah ‘Ramadhan Ya Ramadhan’ dalam ceramah agama dan lain sebagainya. Ramadan diibaratkan pohon pisang yang banyak diambil manfaatnya.

Abu Hurairah meriwayatkan suatu hadits bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” HR. Ahmad.

Patutlah orang-orang yang beriman bergembira, karena ada beberapa informasi dari Baginda Rasulullahi Shalallahu Alaihi wa Sallam.

Pertama: Pintu-pintu surga dibuka. Pada bulan Ramadhan, untuk masuk surga itu lebih mudah karena surga itu terbuka.

Hanya saja, tetap ada syarat yang harus dilaksanakan, yakni amal saleh, sebab dengan amal saleh itu seorang yang beriman masuk surga. Di bulan inilah banyak bertebaran amalan-amalan ahli surga.

Kedua: Pintu neraka ditutup. Pada bulan Ramadhan pintu neraka ditutup, mengandung larangan berbuat yang membawa kesengsaraan dengan melakukan pelanggaran, baik sikap, ucapan, maupun tindakan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Berkata kotor, berbohong, bertengkar, berbuat jahat, dan semua perbuatan yang mungkar dan fahsya’ merupakan bentuk menutup pintu neraka. Jadi, yang menutup atau mencegah pada hakikatnya kita sendiri.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Keempat: Setan dibelenggu.
Setan adalah makhluk Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang selalu menggoda, merayu, dan memerintah berbuat jahat dan mungkar pada manusia. Apakah pada bulan Ramadhan setan tidak melakukan aktivitasnya karena dibelenggu? Tidak.

Setan tetap melakukan aktivitasnya. Maka, dengan berpuasa seseorang akan membelenggu aktivitas setan atau menolak ajakan setan.

Kelima: Dalam malam bulan Ramadhan ada Lailatul Qodr. Malam itu lebih baik dari seribu bulan. Begitulah disebutkan dalam Al Qur-an (Al Qodar: 3). Amal ibadah kita akan berlipat ganda pahalanya, lebih baik dari seribu bulan.

Hanya saja, malam Lailatul Qodr sangat rahasia. Di balik rahasia itu kita dididik agar mengerjakan sesuatu hanya karena Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan melakukannya secara istikamah.

Semangat mengejar Lailatul Qodr dengan melakukan dzikir, membaca Al Qur-an, sedekah setiap tahun memang luar biasa. Beberapa terjadi Lailatul Qodr sekali atau setiap tahun, tidak masalah. Sekali lagi, kita dididik agar berbuat semata-mata karena Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan melakukannya secara istikamah.

Semoga semangat kegembiraan bulan Ramadhan membawa diri kita meningkatkan amaliah dengan baik, mengharap rida Allah Subhaanahu wa Ta’ala, serta mempersiapkan diri untuk menggapai pahala.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu