
PWMU.CO – MA Muhammadiyah 1 Malang (Mamumtaza) mengakhiri tahun pelajaran 2024–2025 dengan menyelenggarakan kegiatan parenting dan sosialisasi program unggulan tahun pelajaran 2025–2026 bagi wali siswa kelas X dan XI, Kamis (19/6/2025), bertempat di aula madrasah.
Sebelum kegiatan parenting dimulai, Kepala Madrasah Akhmad Ari Wibowo MPd, dalam sambutannya menjelaskan rencana pengembangan program-program unggulan madrasah, seperti program studi luar negeri, program tahfidz, dan kelas unggulan.
Program studi luar negeri yang akan ditawarkan mencakup peluang belajar ke Mesir, Jepang, Jerman, Maroko, hingga Arab Saudi. Program tahfidz menargetkan siswa menguasai minimal Juz 29 dan Juz 30. Sementara itu, kelas unggulan akan difokuskan pada penguatan kemampuan bahasa melalui English Program dan Arabic Program.
Untuk mendukung realisasi program-program tersebut, pihak madrasah telah menjalin kerja sama dengan berbagai universitas dan lembaga pendidikan nasional maupun internasional. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi siswa dalam menempuh pendidikan lanjutan dan meningkatkan daya saing lulusan Mamumtaza di masa depan.
Shoufie Nur Aini MPd, staf kurikulum Mamumtaza, menjelaskan bahwa tema parenting bertajuk “Self Control pada Pelajar” dilatarbelakangi oleh keprihatinan para guru terhadap fenomena siswa yang mulai kesulitan memprioritaskan tanggung jawab utamanya sebagai pelajar. Dalam situasi perkembangan zaman yang begitu cepat, dibutuhkan kemampuan pengendalian diri sebagai fondasi karakter yang kuat.

Materi parenting disampaikan oleh Ahmad Sulaiman SPsi MEd, dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa self control adalah kemampuan untuk menunda kesenangan sesaat demi mencapai tujuan jangka panjang. Kemampuan ini menjadi penentu utama dalam keberhasilan pembentukan karakter remaja.
Menurutnya, self control yang baik akan membentuk pribadi yang tidak mudah menyerah, mampu mengelola dorongan emosional, serta lebih terlindungi dari pengaruh negatif, baik di dunia nyata maupun digital. Ia juga memaparkan enam dampak positif dari self control, yaitu: (1) meningkatkan kinerja; (2) memperkuat hubungan sosial; (3) memperbaiki proses pengambilan keputusan; (4) menyempurnakan gaya kepemimpinan; (5) meningkatkan fokus dan konsentrasi; serta (6) menjaga kesehatan mental dan emosional.
Ahmad Sulaiman juga menekankan pentingnya peran orang tua sebagai teladan utama dalam membentuk kebiasaan pengendalian diri pada anak. Ia menyampaikan bahwa keteladanan dalam kehidupan sehari-hari merupakan kunci dalam menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kontrol diri sejak dini.
Selama kegiatan berlangsung, para wali siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka mengikuti pemaparan materi dengan saksama serta aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pihak madrasah dan orang tua dalam membimbing siswa agar tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berdaya saing, dan berkarakter islami.
Sebagai bentuk tindak lanjut, pihak madrasah juga membuka ruang konsultasi pasca-acara bagi wali siswa yang ingin mengetahui lebih dalam terkait minat, bakat, dan kesiapan anak dalam mengikuti program unggulan. Ini menjadi langkah konkret Mamumtaza dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan berorientasi pada kualitas jangka panjang. (*)
Penulis Shoufie Nur Aini Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments