Search
Menu
Mode Gelap

Manfaatkan Limbah Banner, Murid SD Mugres Belajar Bilangan Loncat

Manfaatkan Limbah Banner, Murid SD Mugres Belajar Bilangan Loncat
Anifah Syaafati, guru kelas 1 KH Hisyam, membimbing salah satu murid mencoba belajar bilangan loncat dengan kostum katak. Foto: Syifaul F. Sukmasari/PWMU.CO
pwmu.co -

SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan bermakna. Dengan memanfaatkan limbah banner bekas, sekolah ini menciptakan media pembelajaran matematika pada materi bilangan loncat 1–40 bagi murid kelas 1 K.H. Hisyam, Jumat, (9/1/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan AR Fakhruddin Square tersebut berlangsung meriah. Selain membantu murid memahami konsep bilangan, kegiatan ini juga menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas.

Guru kelas 1 K.H. Hisyam, Anifah Syafa’ati, S.Pd., menuturkan bahwa ide pembuatan media pembelajaran ini berawal dari adanya limbah banner yang menumpuk di lingkungan sekolah. Ia kemudian berinisiatif mengolahnya menjadi media belajar yang menarik dan fungsional.

“Di sekolah terdapat cukup banyak limbah banner. Jadi saya ingin memanfaatkannya menjadi sesuatu yang berguna, sehingga terciptalah media pembelajaran ini,” ujar Syafa.

Secara teknis, banner bekas tersebut dibentuk menyerupai daun teratai, kemudian diberi nomor urut angka 1 hingga 40 sebagai media visual bilangan loncat.

Belajar Sambil Bermain dengan Cosplay Katak

Iklan Landscape UM SURABAYA

Setelah mendapatkan penjelasan materi, murid diajak mendalami peran dengan mengenakan kostum katak (cosplay). Layaknya katak di kolam, murid diminta melompat dari satu ‘daun teratai’ ke daun lainnya sesuai pola bilangan loncat yang ditentukan guru.

Syafa menjelaskan bahwa permainan ini memiliki aturan yang melatih konsentrasi dan pemahaman murid. Seluruh murid diminta berdiri di angka awal tertentu, kemudian guru menyebutkan pola loncatan, misalnya loncat tiga. Selanjutnya, murid harus melompat maju secara konsisten hingga mencapai angka akhir. Setiap murid mendapatkan pola loncatan yang berbeda untuk menguji pemahaman individu.

Pembelajaran di luar kelas ini mendapat respons positif dari para murid. Suasana belajar tampak lebih hidup dan menyenangkan. Salah satu murid kelas 1 mengaku sangat menikmati kegiatan tersebut.

“Saya sangat senang. Rasanya tidak seperti sedang belajar karena asyik fokus memecahkan misi menjadi katak,” ungkapnya penuh semangat. (*)

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments