Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Manfaatkan Ruang Sempit lewat Hidroponik, STEM Kelas IV SD Mumtaz

Iklan Landscape Smamda
Manfaatkan Ruang Sempit lewat Hidroponik, STEM Kelas IV SD Mumtaz
Dinah Afifah sedang menjelaskan STEM. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Suasana SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (SD Mumtaz) tampak berbeda pada Senin pagi (12/1/2026). Siswa kelas IV memulai rangkaian pembelajaran STEM Fase B Tahun Ajaran 2025/2026 dengan kegiatan bertema pemanfaatan ruang sempit secara kreatif dan ramah lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung pada 12–19 Januari 2026 tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar kontekstual dan bermakna. Pembelajaran ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya lingkungan hijau yang sejuk dan sehat.

Pembelajaran STEM dilaksanakan dalam suasana open class dengan Dinah Afifah, S.Pd., sebagai guru kelas IV. Sejak awal, siswa diajak menjadikan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar melalui kegiatan observasi langsung.

Mereka berkeliling sekolah untuk mengamati sudut bangunan, merasakan suhu udara yang cukup panas, serta mencermati minimnya ruang hijau. Kegiatan ini membantu siswa memahami permasalahan nyata di sekitar mereka.

Rasa ingin tahu siswa semakin berkembang melalui eksperimen sederhana bertajuk Detektif Udara. Siswa menggunakan kertas beroles vaselin untuk menangkap partikel debu di beberapa titik sekolah sebagai indikator kualitas udara.

Hasil pengamatan kemudian didiskusikan bersama. Melalui kegiatan ini, siswa belajar mengenali masalah lingkungan secara ilmiah dengan cara sederhana dan menyenangkan.

Pembelajaran dilanjutkan dengan wawancara kepada warga sekolah, seperti guru bidang sarana prasarana dan petugas kebersihan. Dari kegiatan tersebut, siswa menemukan permasalahan keterbatasan lahan, sempitnya jalur aktivitas siswa, serta aturan sekolah yang mengutamakan keselamatan.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, siswa merumuskan pertanyaan utama, yakni bagaimana merancang sistem penanaman tanpa tanah dan tidak memakan banyak ruang agar lingkungan sekolah menjadi lebih sejuk dan asri.

Pada tahap ideate, siswa mengemukakan berbagai solusi, seperti vertikultur, hidroponik, pot, tabulampot, pemanfaatan barang bekas, hingga aquaponik. Setiap ide dianalisis melalui tabel perbandingan dan diskusi kelompok.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Melalui pertimbangan kondisi sekolah, siswa sepakat memilih hidroponik sebagai solusi paling sesuai. Sistem ini dinilai efisien, aman, dan ramah lingkungan.

Pada tahap prototype, siswa membuat hidroponik sederhana menggunakan botol plastik bekas, kain flanel sebagai sumbu, serta air bernutrisi. Tanaman yang dibudidayakan antara lain pakcoy ungu, selada air, dan kangkung.

Antusiasme siswa tampak sepanjang kegiatan. Mereka terlibat aktif mulai dari observasi, diskusi, hingga pembuatan prototipe. Suasana belajar terasa kolaboratif dan menyenangkan.

Utilizing small Spaces through hydropinic cultivation. Foto: Istimewa/PWMU.CO

Melalui pembelajaran STEM ini, siswa tidak hanya mempelajari konsep sains, teknologi, rekayasa, dan matematika, tetapi juga menumbuhkan sikap peduli lingkungan, tanggung jawab, dan kreativitas.

Kegiatan ini sekaligus menanamkan nilai religius bahwa menjaga lingkungan merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT. Siswa diajak memahami perannya sebagai khalifah di bumi dalam merawat dan memanfaatkan alam dengan bijak.

Pembelajaran ini diharapkan membawa keberkahan serta menginspirasi lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan peduli terhadap lingkungan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu