Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mantap Jadi Mualaf di Ulang Tahun Anak, Kisah Haru Wali Murid SD Mumtas

Iklan Landscape Smamda
Mantap Jadi Mualaf di Ulang Tahun Anak, Kisah Haru Wali Murid SD Mumtas
Prosesi syahadat Maria Margaretha Suliana di Masjid Assalam Arjosari oleh Tejo Marzuki, Jumat (28/08/2025). (Fatihul Abror/PWMU.CO).
pwmu.co -

PWMU.CO – Sebuah momen mengharukan terjadi di Masjid Assalaam, Jumat (29/08/2025). Maria Margaretha Suliana, wali murid SD Muhammadiyah 3 Assalaam Malang, mantap mengucapkan dua kalimat syahadat tepat di hari ulang tahun sang anak, Krisna, siswa SD Mumtas.

Prosesi sakral itu disaksikan oleh keluarga besar Assalaam dan terhadiri oleh Mualaf Center Nasional Ayasofya.

‎Keputusan Maria menjadi mualaf tidak datang tiba-tiba. Ia lahir dan tumbuh dalam keluarga Katolik yang taat, dengan empat saudara kandung yang juga beragama Katolik.

Namun, sejak putranya masuk SD Muhammadiyah 3 Assalaam, benih keinginan untuk mengenal Islam tumbuh dalam dirinya. Apalagi, ia melihat bagaimana pendidikan berbasis Al-Qur’an di sekolah tersebut memberikan pengaruh positif bagi putranya.

Kado Ulang Tahun Terindah

‎Yang lebih menyentuh, keinginan Maria semakin kuat oleh permintaan sederhana anaknya. Ketika ditanya apa hadiah ulang tahun yang diinginkan, sang anak justru memberi jawaban mengharukan.

“Kado terindah untuk saya adalah Ibu masuk Islam” ujarnya. Jawaban itu membuat Maria semakin mantap menapaki jalan baru dalam hidupnya.

‎Beberapa bulan sebelum hari istimewa itu, Maria intens berkomunikasi dengan Kepala SD Muhammadiyah 3 Assalaam, Syai’in Kodir, terkait rencananya untuk bersyahadat. Ia juga rajin bertanya tentang dasar-dasar Islam, mulai dari tata cara shalat hingga makna syahadat.

‎Syai’in Kodir menyampaikan rasa syukur dan bangga atas keputusan tersebut. “Alhamdulillah, ini adalah nikmat besar. Kami hanya menjadi jalan kecil, semua hidayah datang dari Allah. Semoga Ibu Maria istiqamah dalam Islam dan menjadi teladan bagi anak-anak” ujarnya.

‎Dalam prosesi singkat, dengan suara lantang dan penuh haru, Maria mengucapkan syahadat di bawah bimbingan ustadz Tedjo Marjuki. Adapun sebagai saksi adalah ustadz Ipung Atria dari Mualaf Center Nasional Aya sofya.

Tangis haru pecah, bukan hanya dari Maria dan keluarganya, tetapi juga dari guru serta wali murid yang hadir.

Dalam wawancara sesuai proses syahadat, ustadz Ipung Atria berujar. “Hari ini saya disini terkait pensyahadatan seorang mualaf yang kebutulan wali murid SD Muhammadiyah 3 Assalaam” terangnya.

“Saya benar benar respek sekali dengan sekolah ini, karena sekolah ini menjunjung tinggi toleransi dengan setinggi-tingginya. Karena mau menerima orang non-muslim untuk menyekolahkan anaknya di sini” ujar ustadz yang juga kristolog tersebut.

‎Kini, perjalanan baru dimulai. Maria berharap bisa terus belajar Islam, mendampingi putranya dengan iman yang sama. Dan menjadikan momentum ulang tahun anaknya sebagai tonggak perubahan terbesar dalam hidupnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu