Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, MA, menyampaikan penting tentang fitrah dalam Islam dan tanggung jawab manusia untuk menjaga kemurnian di tengah tantangan kehidupan modern.
Syafiq menegaskan, setiap manusia lahir dalam keadaan suci dan selaras dengan nilai-nilai tauhid.
“Kullu mauludin yuuladu ‘alal fitrah,” kutipnya dari sabda Nabi Muhammad saw, bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah.
Namun dalam perjalanannya, terang Syafiq, manusia sering kali menghadapi situasi dan pengaruh duniawi yang menjauhkan mereka dari nilai-nilai tersebut.
“Allah telah memberikan kita fitrah yang baik, agama yang lurus (ad-din al-hanif), tapi dalam kenyataannya banyak penyimpangan yang terjadi. Banyak paksaan dan godaan, disadari atau tidak, yang menyebabkan manusia menyimpang dari tauhid dan nilai-nilai Islam,” ujar Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel ini.
Lebih lanjut, Syafiq menegaskan pentingnya menggunakan akal untuk menyaring segala informasi dan pengalaman hidup.
“Apa yang kita dengar, lihat, dan lakukan harus difikirkan sungguh-sungguh. Kita diberi kemampuan oleh Allah untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Tugas kita adalah menyaring, mengambil yang baik dan membuang yang buruk,” tuturnya.
Untuk mendukung pernyataannya, Syafiq mengutip beberapa ayat Al-Qur’an yang menyerukan pentingnya akal dan pemikiran mendalam:
“Afala ta’qilun” (apakah kamu tidak berakal?), “Afala tatafakkarun” (apakah kamu tidak berpikir?), dan “Afala yatadabbarun” (apakah kamu tidak merenungi?).
Ayat-ayat tersebut menjadi pengingat bahwa akal adalah anugerah besar yang harus dimaksimalkan dalam menapaki jalan hidup.
Meskipun telah memeluk Islam dan menjalankan ajaran agama, menurut Syafiq, manusia tetap memerlukan bimbingan ilahi.
Dia menggarisbawahi pentingnya doa dan permohonan hidayah, sebagaimana tercermin dalam ayat Al-Fatihah: Ihdinas siratal mustaqim (Tunjukilah kami jalan yang lurus).
“Bisa jadi kita merasa sudah melakukan kebaikan kepada masyarakat, tapi di sisi Allah belum tentu itu yang terbaik. Maka dari itu, kita harus senantiasa memohon hidayah taufiqiyah, bimbingan agar diberi kekuatan dan keteguhan untuk berbuat yang benar,” jelasnya.
Syafiq juga menyinggung peran Islam sebagai agama universal yang diturunkan kepada seluruh nabi dan membawa ajaran tauhid yang konsisten.
Dia mengajak umat Islam untuk tidak berhenti pada keislaman formal, tetapi terus memperdalam iman dan pengamalan secara substansial
Syafiq juga mengajat umat Islam untuk selalu doa yang khusyuk, memohon keteguhan hati, ampunan, dan pencerahan dari Allah SWT.
Catatan:
Disarikan dari kanal yoiutube Masjid An-Nur Sidoarjo






0 Tanggapan
Empty Comments