Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Masjid dan Mushala sebagai Basis Pembinaan Ranting Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Masjid dan Mushala sebagai Basis Pembinaan Ranting Muhammadiyah
pwmu.co -
Potret Fathurrahim Syuhadi kontributor PWMU (Fathurrahim Syuhadi/PWMU.CO)

Oleh: Fathurrahim Syuhadi (Ketua Kwarwil HW Jawa Timur)

PWMU.CO Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS At-Taubah: 18)

Makna memakmurkan masjid bukan hanya soal fisik, tetapi menjadikannya pusat pembinaan keimanan dan amal saleh. Masjid adalah rumah spiritual yang menumbuhkan ketakwaan; relevan sebagai basis pembinaan kader dan jamaah.

Masjid dan mushala memiliki posisi sentral dalam kehidupan umat Islam. Bagi Muhammadiyah, keberadaan masjid dan mushala tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pergerakan dan pembinaan umat.

Masjid dan mushala bukan sekadar tempat ibadah ritual, melainkan harus dijadikan pusat kegiatan keislaman, sosial, pendidikan, ekonomi, dan pengkaderan.

Ranting Muhammadiyah dapat menjadikannya sebagai pangkalan dakwah dan pusat pembinaan kader umat, sebagaimana ditunjukkan dalam al-Qur’an, hadis, dan praktik Rasulullah.

Di level paling bawah, yaitu Ranting Muhammadiyah, masjid dan mushala menjadi titik tolak lahirnya berbagai kegiatan dakwah, pendidikan, sosial, hingga ekonomi umat. Ia adalah denyut nadi Ranting Muhammadiyah yang hidup.

Ranting Muhammadiyah, sebagai struktur organisasi paling dekat dengan masyarakat, sering kali berakar pada satu atau dua masjid dan mushala di suatu wilayah. Di sanalah pengurus ranting menginisiasi program-program yang membumikan nilai-nilai Islam berkemajuan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Oleh karena itu, penting untuk menjadikan masjid dan mushala sebagai basis pembinaan kader, basis pelayanan sosial, dan pusat pemberdayaan masyarakat.

Pertama, masjid dan mushala sebagai pusat pembinaan kader. Kegiatan pengajian rutin, kajian tafsir, pelatihan kepemimpinan, dan mentoring keagamaan sangat relevan dilakukan di masjid. Di sinilah generasi muda Muhammadiyah diperkenalkan pada ideologi Islam dan Muhammadiyah yang mencerahkan.

Di masjid dan mushala ini, mereka dikenalkan pada tokoh-tokoh persyarikatan dan dilatih untuk terlibat aktif dalam amal usaha dan gerakan dakwah. Ranting yang kuat adalah ranting yang kaderisasinya hidup, dan itu dimulai dari masjid dan mushala.

Kedua, masjid dan mushala sebagai basis pelayanan sosial. Banyak Ranting Muhammadiyah yang sukses memanfaatkan masjid untuk menjalankan program-program filantropi seperti santunan dhuafa, layanan kesehatan gratis, beasiswa, dan pemberdayaan ekonomi umat.

Dalam kondisi darurat atau bencana, masjid pun menjadi posko layanan kemanusiaan. Hal ini sejalan dengan semangat Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid yang solutif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡