Pusat Pemberdayaan Umat
Ketiga, masjid dan mushala sebagai pusat pemberdayaan. Melalui masjid dan mushala, Ranting Muhammadiyah bisa mengembangkan kegiatan ekonomi umat seperti koperasi masjid, pelatihan keterampilan, dan bazar produk lokal.
Jika dikelola dengan baik, masjid dan mushala bukan hanya tempat yang sakral secara spiritual, tetapi juga sentral dalam pembangunan sosial dan ekonomi umat. Di sinilah konsep masjid yang makmur dan memakmurkan benar-benar terwujud.
Namun demikian, untuk menjadikan masjid dan mushala sebagai basis pembinaan yang efektif, dibutuhkan sinergi antara Pimpinan Ranting Muhammadiyah, takmir masjid, dan ortom-ortom Muhammadiyah di tingkat ranting. Dengan koordinasi yang solid akan lahir program-program yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Di tengah tantangan zaman dan derasnya arus individualisme, masjid dan mushala harus tetap menjadi ruang bersama yang menyatukan. Muhammadiyah, melalui ranting-rantingnya, harus merawat fungsi masjid sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan. Di situlah ruh gerakan ini dijaga dan dikembangkan.
Dengan menjadikan masjid dan mushala sebagai basis pembinaan, Ranting Muhammadiyah tidak hanya bertahan, tetapi akan tumbuh menjadi kekuatan transformatif yang membentuk masyarakat Islam yang berkemajuan, berdaya, dan berkarakter.
Dari masjid dan mushala inilah peradaban Islam dibangun. Dari rantinglah kekuatan Muhammadiyah mengakar di bumi.
“Masjid itu adalah rumah bagi setiap orang bertakwa. Dan Allah menjamin bagi orang yang menjadikan masjid sebagai rumahnya: ketenangan, rahmat, keselamatan menyeberangi shirath, dan keridaan Allah menuju surga.” (HR Thabrani dan Baihaqi – hasan)
Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments