Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Masjid Gede Kauman Jadi Inspirasi di Balik Desain Kaus Muhammadiyah Historical Walk

Iklan Landscape Smamda
Masjid Gede Kauman Jadi Inspirasi di Balik Desain Kaus Muhammadiyah Historical Walk
Zahra Putri Pratiwig, ketua panitia, memamerkan kaus MHW. Foto: Dok/Pri
pwmu.co -

Penyelenggaraan Muhammadiyah Historical Walk (MHW) tahun ini menghadirkan banyak kejutan. Salah satunya adalah lahirnya kaus eksklusif berwarna biru navy yang kini menjadi buruan peserta.

Kaus tersebut tak sekadar busana identitas acara, tetapi juga mengandung makna sejarah yang mendalam di balik desainnya.

Desain kaus MHW yang akan dikenakan puluhan peserta dalam rangka memperingati Milad ke-113 Muhammadiyah itu, merupakan karya Zainal Arifin, seorang desainer muda sekaligus kader Muhammadiyah.

Ide kreatif Zainal muncul dari keinginannya menghadirkan desain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat nilai historis.

“Saya melihat banyak logo bertema sejarah yang menampilkan gambar bangunan atau gedung sebagai ikon. Dari situ saya berpikir, bangunan apa yang paling ikonik dan punya nilai historis kuat dalam sejarah Muhammadiyah?” ujar Zainal, Sabtu (8/11/2025).

Pencarian itu membawanya pada satu bangunan legendaris: Masjid Gede Kauman Yogyakarta. Bagi Zainal, masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga saksi lahirnya gerakan pembaruan Islam yang digagas KH Ahmad Dahlan pada tahun 1912.

“Masjid Gede menjadi simbol penting karena di sekitar kompleks inilah Muhammadiyah lahir dan berkembang. Dari sinilah semangat tajdid, dakwah, dan pendidikan Islam modern mulai menyebar ke seluruh Nusantara,” jelas pria kalem ini.

Masjid Gede Kauman sendiri merupakan salah satu bangunan bersejarah yang dibangun pada masa Sri Sultan Hamengkubuwono I sekitar tahun 1773. Arsitekturnya khas dengan gaya Jawa-Islam, memiliki atap tajug tumpang tiga yang melambangkan tingkatan keimanan.

Di serambi masjid inilah KH Ahmad Dahlan memulai pengajaran tafsir Al-Qur’an yang revolusioner — cikal bakal lahirnya gerakan Muhammadiyah.

“Ketika saya melihat kembali berbagai logo kegiatan persyarikatan, Masjid Gede sering muncul sebagai ikon. Jadi, saya merasa masjid itu sangat representatif untuk menjadi elemen utama dalam desain kaus MHW,” ungkap Zainal.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Masjid Gede Kauman Jadi Inspirasi di Balik Desain Kaus Muhammadiyah Historical Walk
Zainal Arifin, desainer kaus MHW. Foto: Dok/Pri

Tak berhenti di situ, Zainal juga menyematkan filosofi mendalam dalam desainnya. Ia menggunakan bentuk lingkaran sebagai bingkai utama, yang melambangkan kebulatan tekad dan kesatuan semangat warga Muhammadiyah.

“Lingkaran juga menggambarkan perjalanan tanpa akhir, seperti semangat Muhammadiyah yang terus bergerak menebar manfaat bagi umat dan bangsa,” ujarnya.

Makna lingkaran itu selaras dengan esensi kegiatan walk atau berjalan kaki dalam MHW, yakni menapaktilasi jejak sejarah Muhammadiyah. “Bukan sekadar berjalan kaki, tapi berjalan menyusuri jejak perjuangan para pendiri persyarikatan,” tambahnya.

Kaus hasil rancangan Zainal ini akan digunakan oleh seluruh peserta MHW yang digelar pada Ahad, 9 November 2025 mendatang.

Dengan desain yang sarat nilai sejarah dan simbol perjuangan, panitia berharap peserta tidak hanya menikmati kegiatan rekreasi, tetapi juga menghayati kembali semangat tajdid yang menjadi napas gerakan Muhammadiyah.

“Bagi saya, setiap garis dan bentuk dalam desain ini punya cerita. Ia bukan sekadar tampilan visual, tetapi cara lain untuk mengingat, menghargai, dan meneladani sejarah besar Muhammadiyah,” ujar Zainal.

MHW 2025 diselenggarakan oleh Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) PWM Jawa Timur, bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM), Lazismu Jatim, SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX), SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, serta didukung oleh PWMU.CO dan PWMU.TV. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu