Setelah pada hari pertama menampilkan produk khasnya berupa Struddle Siwalan dan Legen asli Masjid Supangat, rombongan Masjid Supangat Panyuran Tuban kembali hadir dengan tema berbeda pada hari kedua rangkaian Expo dan CRM Award VI LPCRPM PP Muhammadiyah, Jumat (14/11/2025), di halaman Masjid Al Jihad Banjarmasin.
Kali ini, mereka mengangkat tema Bankziska (Bantuan Keuangan Berbasis Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan) sebagai salah satu inovasi pelayanan keumatan di bidang ekonomi.
Manager Bankziska Masjid Supangat, Obby Syaifudin, menjelaskan bahwa pendirian layanan keuangan berbasis sosial ini diresmikan pada 2 November 2025. Ia menegaskan bahwa Bankziska hadir sebagai ikhtiar mencegah praktik riba yang kian menyasar masyarakat kecil.
“Latar belakang pendirian Bankziska adalah banyaknya rentenir yang menyasar warga miskin sehingga sangat berpotensi merusak. Karena itu, kami menghadirkan sistem bantuan keuangan yang lebih menenteramkan dan sesuai syariat,” ujarnya.
Obby memaparkan, Bankziska memiliki beberapa keunggulan, di antaranya: Tanpa biaya administrasi, Tanpa bunga, Tanpa jaminan, dan Tanpa denda
Program ini menyasar jamaah Masjid Supangat serta warga sekitar yang membutuhkan, terutama mereka yang berpotensi terjerat rentenir dan memiliki usaha produktif.
“Penerima pinjaman atau mitra tidak dibebani jaminan apa pun. Pembayarannya dilakukan sebulan sekali, sekaligus diisi dengan sesi sharing usaha dan kajian sebagai bentuk pendampingan,” tambahnya.
Melalui Bankziska, Masjid Supangat berharap dapat menghadirkan solusi ekonomi yang memberdayakan, berkelanjutan, dan bebas dari praktik keuangan yang merugikan masyarakat kecil. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments