Search
Menu
Mode Gelap

Masta IMM Unair Hadirkan Ruang untuk Mengenal dan Tumbuh Bersama

Masta IMM Unair Hadirkan Ruang untuk Mengenal dan Tumbuh Bersama
Foto Bersama IMM Unair bersama mahasiswa baru dalam ajang Masta 2025 (Foto: Cinta/PWMU.CO)
pwmu.co -

Masa Ta’aruf (Masta) 2025 menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru Universitas Airlangga (Unair) untuk mengenal lebih dekat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Melalui kegiatan yang digelar Kamis (23/10/2025) ini, mereka diajak menelusuri nilai, ideologi, dan semangat perjuangan kader Muhammadiyah di lingkungan kampus.

Berlokasi di depan Gedung Pascasarjana Kampus B Unair, suasana malam yang hangat seolah menyatu dengan semangat peserta. Mahasiswa baru dan kader IMM larut dalam antusiasme yang memeriahkan setiap rangkaian acara.

Masta 2025 dihadiri oleh berbagai kader inspiratif hingga berprestasi di lingkungan kampus, di antaranya:

  1. Ahmad Jabir, Ketua Umum Koorkom IMM Unair
  2. Anggun Zifa, Presiden BEM Universitas Airlangga
  3. Balqis Saila, Ketua Umum PK IMM Buya Hamka
  4. Qotrunnada Nadiyah, Wakil Presiden BEM FIB
  5. Ageng Joyo Gumelar, Peraih Medali Emas Tapak Suci INC
  6. Queena Nadira, Mahasiswa dengan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) didanai tahun 2025
  7. Nur Aliffia, Juara 3 Pencak Silat POMNAS
  8. Alaina Harahap, Funded International Delegate
  9. Eugenius Nathan, Best Delegate YDF DPP IMM

Mayoritas peserta yang hadir merupakan mahasiswa baru dengan latar belakang pendidikan Muhammadiyah, meskipun tidak sedikit pula mahasiswa angkatan atas yang ikut menyemarakkan kegiatan ini.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan IMM sebagai wadah pengembangan diri, moral, dan intelektual mahasiswa. Menurut Ahmad Jabir, IMM bukan sekadar organisasi, melainkan tempat untuk bertumbuh dan berproses.

“Dari yang awalnya maba yang tidak tahu apa-apa, IMM menjadi wadah untuk berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh Qotrunnada Nadiyah, yang menyebut IMM sebagai ruang spiritual dan moral.

“IMM itu bukan hanya mobilisasi, tapi tempat berproses dan menemukan jati diri. Bagiku, IMM itu keluarga,” ungkapnya.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan reflektif. Moderator memberikan beberapa pertanyaan yang menggugah, seperti makna IMM hingga alasan mengapa memilih IMM.

Setiap narasumber memberikan pandangan unik, seperti Nur Aliffia yang menyebutkan IMM sebagai “rumah” karena kesamaan ideologi dan nilai perjuangan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Nathan yang semula merasa asing dengan IMM kini mengaku bangga menjadi bagian darinya.

“IMM mengubahku menjadi pribadi yang lebih dewasa dan berani,” tuturnya.

Queena Nadira menilai IMM sebagai tempat terbaik untuk berproses sesuai bidang masing-masing.

“Kalau sudah menemukan wadah yang baik, kenapa tidak memilih di sana?” ujarnya.

Dalam sesi selanjutnya, para pembicara juga membagikan manfaat konkret setelah bergabung di IMM. Ahmad Jabir menceritakan bagaimana organisasi ini melatihnya untuk berani berbicara, bekerja sama, dan menemukan komunitas yang suportif.

Sementara itu, Queena membagikan pengalamannya di PKM dan bagaimana keterampilan komunikasi yang diasah di IMM membantunya menjadi lebih percaya diri.

Moral dalam Organisasi

Qotrunnada Nadiyah menekankan pentingnya moral dalam organisasi. Menurutnya, Jabatan bisa berakhir, tapi moral akan dibawa sampai mati. Kemudian, Nur Aliffia merasa IMM memberinya ruang untuk menjadi diri sendiri.

“Jabatan hanya sementara, tapi nilai dari organisasi akan selalu tertanam,” katanya.

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments