Diskusi kemudian berlanjut ke topik manajemen waktu. Para pembicara memberikan tips kepada mahasiswa baru agar mampu menyeimbangkan akademik dan organisasi.
Qotrunnada menyarankan mahasiswa untuk fokus pada akademik di awal semester, sedangkan Queena menekankan pentingnya mengenali peran dalam setiap kegiatan. Nur Aliffia menambahkan pentingnya komitmen dan evaluasi diri, sementara Nathan menutup dengan prinsip sederhana.
“Kalau mau mendapatkan sesuatu, kita harus rela mengorbankan sesuatu,” ucapnya.
Komisariat IMM Unair
Ketum Koorkom IMM Unair menjelaskan bahwa IMM memiliki empat komisariat dengan fokus bidang yang berbeda, yaitu:
- PK IMM dr. Soetomo, fokus pada rumpun kesehatan
- PK IMM Jenderal Soedirman, mencakup rumpun sosial-humaniora
- PK IMM Al-Fatih, bidang sains dan teknologi
- PK IMM Buya Hamka, bidang ilmu sosial dan politik
Setiap komisariat memiliki kegiatan khas yang bertujuan membentuk akademisi Islam yang berakhlak mulia dan berintelektualitas tinggi.
Melalui kegiatan Masta 2025 ini, IMM Unair berhasil menunjukkan bahwa organisasi bukan hanya tentang jabatan dan kegiatan formalitas semata, melainkan juga perjalanan spiritual, intelektual, dan moral yang menuntun mahasiswa menjadi pribadi yang berintegritas.
Seperti yang disampaikan Eugenius Nathan di akhir sesi, “Saya IMM, dan saya bangga.”
Ketum PK IMM Buya Hamka, yang juga menginisiasi Masta 2025 ini turut menyampaikan harapannya.
“Semoga IMM dapat menjadi ruang bagi teman-teman baru untuk bertumbuh dan memerdekakan diri—tempat di mana setiap langkah kecil menuju perubahan selalu dihargai. Ruang yang membuka kesempatan untuk mengenal potensi,” ungkapnya.





0 Tanggapan
Empty Comments