Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mastasari: Upacara Penyambutan Santri Baru Ponpes Internasional Abdul Malik Fadjar

Iklan Landscape Smamda
Mastasari: Upacara Penyambutan Santri Baru Ponpes Internasional Abdul Malik Fadjar
pwmu.co -
Upacara pembukaan Mastasari PPI AMF. (Istimewa/PWMU.CO)
Upacara pembukaan Mastasari PPI AMF. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Halaman lapangan utama Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar tampak ramai dipenuhi para santri baru dan lama yang berbaris rapi, berseragam batik khas pondok, dengan wajah penuh semangat dan harapan, Senin (14/7/2025). Kegiatan tersebut merupakan Upacara Pembukaan Mastasari (Masa Ta’aruf Santri), yakni momen resmi penyambutan dan pengenalan bagi seluruh santri baru yang akan mengawali kehidupan mereka di lingkungan pesantren.

Acara berlangsung di bawah langit mendung yang sejuk, diwarnai suasana yang tertib, khusyuk, penuh dengan antusiasme. Barisan santri putra dan putri berdiri dengan penuh disiplin, didampingi seluruh SDM dari Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar. Upacara ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan orientasi yang telah dipersiapkan secara matang oleh panitia Mastasari.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah, Pahri menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya Mastasari bagi proses adaptasi santri. Beliau menekankan bahwa Mastasari bukan sekadar kegiatan formalitas, namun momentum strategis untuk membentuk pondasi karakter santri sebagai bagian dari keluarga besar Pondok Internasional Abdul Malik Fadjar.

“Mastasari itu adalah masa ta’aruf santri, di mana santri saling mengenal dan harus tahu. Mengenal yang dimaksud di sini adalah baik secara fisik maupun non-fisik. Jangan sampai kita tidak tahu siapa ustadz dan ustadzahnya, di mana ruang kelas, masjid, asrama, dan fasilitas lainnya. Ini adalah langkah awal agar para santri merasa menjadi bagian dari pesantren ini secara utuh,” ungkap beliau.

Lebih dari Sekadar Perkenalan

Mastasari bukan hanya memperkenalkan nama, wajah, atau tempat-tempat di pondok, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan santri. Santri diperkenalkan pada budaya pesantren, tata tertib harian, nilai adab, kedisiplinan, dan pentingnya ukhuwah Islamiyah dalam keseharian.

Selama kegiatan ini, para santri baru akan mengikuti serangkaian agenda seperti:

1. Tur keliling pondok (kenal lingkungan fisik)

2. Pengenalan visi misi pondok dan profil tokoh KH Abdul Malik Fadjar

3. Pemahaman nilai-nilai ke-Muhammadiyahan dan ke-Islaman

4. Games dan outbond ukhuwah

5. Mentoring bersama wali kelas dan ustadz pembimbing

Iklan Landscape UM SURABAYA

6. Sesi refleksi dan motivasi belajar

Dengan metode yang interaktif, edukatif, dan menyenangkan, Mastasari dirancang agar para santri baru dapat membangun kedekatan emosional dengan teman, guru, dan seluruh aspek kehidupan pondok.

Lingkungan Asri dan Kesan Pertama yang Mengesankan

Keunikan Pondok Internasional Abdul Malik Fadjar terletak pada arsitektur bangunan tradisional-modern yang megah, berpadu dengan lanskap lingkungan yang hijau dan alami. Pemandangan pohon kelapa, bambu, dan tanaman hias yang mengelilingi area lapangan memberikan kesan damai dan nyaman. Suasana yang sangat mendukung proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

Beberapa santri baru tampak takjub dengan suasana pondok.

“Saya merasa sangat bersyukur bisa diterima di sini. Bangunannya indah, udaranya sejuk, dan teman-temannya ramah. Saya tidak sabar untuk mulai belajar,” ungkap salah satu santri baru yang ikut serta dalam barisan.

Langkah Awal Menuju Perjalanan Panjang

Upacara Mastasari ini menandai dimulainya perjalanan panjang para santri dalam menimba ilmu, membentuk diri, dan meraih cita-cita dalam bingkai nilai-nilai keislaman. Pondok ini tidak hanya mendidik secara akademik, tetapi juga membina akhlak, spiritualitas, dan kemandirian.

Dengan harapan yang tinggi dan semangat yang menyala, Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar menyambut generasi baru yang kelak akan menjadi pemimpin umat dan bangsa. Melalui Mastasari, pesantren meletakkan pondasi yang kuat: mengenal Allah, mengenal diri, dan mengenal lingkungan sebagai bekal hidup yang hakiki. (*)

Penulis Ghulam A. Hamlan Rizka Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu