Kegiatan Latihan Kepemimpinan Penghela (LKP) Outdoor memasuki hari pertama pada Jumat, 30 Januari 2026. Bertempat di halaman Masjid Abdullah bin Mas’ud, lingkungan Perguruan Muhammadiyah Pataan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Materi kedua pada hari pertama mengangkat tema “Upacara sebagai Alat Pendidikan” yang disampaikan oleh Ahsanul Arham, Wakil Ketua Kwarda Hizbul Wathan (HW) Lamongan. Materi ini bertujuan menanamkan nilai kedisiplinan, ketertiban, serta pembentukan karakter melalui pelaksanaan tata upacara Pandu Penghela yang benar dan berpedoman.
Dalam muqaddimahnya, Ramanda Ahsanul Arham mengawali pembelajaran dengan praktik langsung upacara Penghela. Ia menegaskan bahwa barisan dalam upacara Penghela disebut sebagai shaf, yang memiliki aturan baku dan tertulis dalam buku pedoman kepanduan. Oleh karena itu, upacara tidak boleh dilakukan secara sembarangan, melainkan harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam upacara Penghela, pengabsenan dilakukan sebelum barisan dinyatakan rapi. Saat laporan, peserta diingatkan untuk tidak berada dalam posisi serong, melainkan menghadap lurus ke depan dengan sikap badan yang tegap. Selain itu, pemimpin kerabat memiliki tugas khusus untuk menjemput pembina dan berjalan mengikuti di belakangnya sebagai bagian dari tata upacara yang tertib.
Setelah pemaparan materi secara runtut, para peserta diminta mempraktikkan langsung upacara pembukaan Pandu Penghela, mulai dari awal hingga akhir. Praktik ini dilakukan berulang sebagai bentuk penguatan pemahaman sekaligus pembiasaan sikap disiplin dan kepemimpinan.
Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik tata cara melipat dan mengibarkan bendera. Ramanda Ahsanul Arham menekankan bahwa tali bendera berwarna merah harus berada di posisi atas, diikuti tali berwarna putih. Ia juga menjelaskan teknik mengibarkan bendera dengan benar, yakni dengan membentangkan bendera menggunakan kedua tangan pada setiap ujungnya, disertai posisi kaki kiri sedikit ke belakang.
Sebagai penutup, setiap kawan Penghela diberi kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung cara melipat dan mengibarkan bendera menggunakan bendera yang telah disediakan. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kesungguhan, mencerminkan nilai-nilai pendidikan, kedisiplinan, dan karakter kepanduan yang menjadi ruh utama LKP Penghela Outdoor. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments