Muhammadiyah Boarding School (MBS) SMA Muhammadiyah 3 (Smamuga) Tulangan, Sidoarjo kembali menerjunkan santriwan dan santriwatinya untuk terlibat langsung dalam kegiatan keagamaan selama Ramadan 1447 Hijriyah. Puluhan santri ditugaskan ke masjid dan musala di wilayah Kecamatan Tulangan dan Kecamatan Candi sebagai bagian dari agenda Safari Dakwah Ramadan.
Pengasuh (Mudhir) MBS Smamuga, Irsyad M.Pd, menjelaskan bahwa program ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan menanamkan nilai dakwah, pengabdian, serta kepemimpinan kepada para santri.
“Pada Ramadan 1447 H ini, santri MBS Smamuga kembali turun langsung ke masyarakat melalui berbagai program dakwah dan pembinaan keagamaan,” ujar Irsyad saat diwawancarai, Kamis (26/2/2026), melalui sambungan WhatsApp.
Safari Dakwah Ramadan
Ia memaparkan, terdapat beberapa agenda utama yang dijalankan santri selama Ramadan. Pertama, Safari Dakwah 20 Malam, yakni program menginap di desa dengan mengayomi beberapa masjid dan musala di Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, selama 20 malam penuh. Dalam program ini, santri berperan aktif sebagai imam salat, pengisi kultum, serta pendamping kegiatan keagamaan masyarakat.
“Untuk program 20 malam ini, kami menugaskan dua santri terpilih,” jelasnya.
Kedua, Safari Dakwah Ramadan, di mana santri dijadwalkan menjadi imam dan pengisi kultum di masjid dan musala di Kecamatan Tulangan dan Candi. Ketiga, kajian menjelang berbuka puasa bersama musrif dan musrifah, yang dilanjutkan dengan pembelajaran fikih puasa bagi seluruh santri.
Seluruh santri MBS Smamuga dari kelas X, XI, hingga XII dilibatkan dalam kegiatan Ramadan ini, sesuai dengan jadwal dan program yang telah ditetapkan oleh pesantren. Selain itu, MBS Smamuga juga menyelenggarakan Program Dauroh Al-Qur’an selama bulan Ramadan, yang telah dimulai sejak Senin (23/2/2026) hingga menjelang Idulfitri.
Menurut Irsyad, Dauroh Al-Qur’an merupakan program karantina atau pelatihan intensif yang difokuskan pada peningkatan kualitas bacaan, hafalan, serta pemahaman Al-Qur’an.
“Dauroh Al-Qur’an ini penting sebagai sarana mengkaji, memperbaiki, dan menghafal Al-Qur’an secara fokus di masjid yang telah ditentukan,” terangnya.
Dauroh Al-Qur’an
Adapun fokus Dauroh Al-Qur’an MBS Smamuga meliputi Dauroh Tahsin untuk memperbaiki makharijul huruf dan hukum tajwid, Dauroh Tahfidz sebagai karantina hafalan Al-Qur’an, serta Dauroh Tadabbur untuk memahami makna dan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas interaksi santri dengan Al-Qur’an, mempercepat capaian hafalan, serta memperbaiki mutu bacaan sesuai kaidah yang benar.
“Harapannya, melalui Dauroh Al-Qur’an ini dapat dicetak generasi santri MBS Smamuga yang mencintai dan memahami Al-Qur’an,” ujar Irsyad yang diamini sahabatnya Ustadz Waris.
Lebih lanjut, Irsyad menambahkan bahwa MBS Smamuga kini juga mulai menguatkan identitasnya sebagai pesantren da’i. Tidak hanya fokus pada tahfidz Al-Qur’an, pesantren juga membekali santri dengan hafalan hadis dan ayat-ayat pilihan sebagai bekal utama berdakwah di masyarakat.
“Setiap hari santri dilatih kultum, khatib Jumat, hingga praktik langsung melalui safari dakwah Ramadan. Ini bagian dari ikhtiar kami mencetak kader da’i muda Muhammadiyah,” ungkap alumni Pondok Pesantren El-Kisi Mojokerto tersebut. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments