Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Bali mengundang Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) Tabanan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Tsunami Amazing Race 2025.
Adapun kegiatan tersebut bertempat di Gedung Tempat Evakuasi Sementara (TES) Tsunami Kelurahan Serangan Denpasar Bali.
Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 November.
Sponsor Tsunami Amazing Race 2025
Sponsor Kegiatan Tsunami Amazing Race 2025 ini adalah United Nations Development Programme (UNDP) bersama Pemerintah Jepang sebagai penyelenggara melalui Regional Tsunami Project yang bekerja sama dengan BPBD Provinsi Bali dan FPRB Provinsi Bali.
Hadir di kegiatan tersebut sejumlah 300 peserta Tsunami Amazing Race yang terdiri dari perwakilan UNDP Sooin Bang beserta team, perwakilan Kedutaan Jepang Itsuki, hingga BPBD Bali.
Kemudian Disdikpora Bali, Dinsos Bali, Kepala BMKG, MDA Bali, Forum Relawan Bali, Masyarakat Pulau Serangan, FPRB Kabupaten Badung, serta PMI Kabupaten Badung.
Tidak ketinggalan, MDMC Tabanan, SMA 2 Kuta Selatan, SMA 5 Denpasar, SLB 2 Denpasar, SLB 3 Kota Denpasar, SDN 2 Serangan dan SDN 3 Kelurahan Serangan.
Di sela sela kegiatan, Ketua MDMC Tabanan, Inti Trisginarsih, mengatakan pentingnya Sinergitas Lintas Lembaga Resiliansi Penanggulangan Bencana yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan wujud gerakan, komitmen misi dan visi MDMC dalam kemanusiaan.
Melalui kegiatan Tsunami Amazing Race 2025 nyata dan team MDMC yang hadir membersamai merasa senang dapat berpartisipasi di kompetisi waktu jelajah alam di Pulau serangan. Terutama dalam pengalaman menyelesaikan tantangan dalam mencapai tujuan permainan.
Sebagai pembelajaran Praktis Kesiapsiagaan Tsunami, peserta team jelajah alam terbagi ke dalam 20 tim dan memulai Kompetisi dari Kantor Kelurahan Serangan.
Dari titik tersebut, mereka menelusuri enam titik pos, yang berakhir di Tempat Evakuasi Sementara (TES) di Kelurahan Serangan.
Tantangan di setiap Pos
Setiap pos memiliki sebuah tantangan yang terancang untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai kesiapsiagaan tsunami. Seperti menemukan tanda-tanda peringatan alam dan menerjemahkan pesan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Di pos terakhir, para peserta memecahkan tantangan yang berfokus pada tindakan praktis yang harus mereka lakukan ketika mereka sampai di tempat evakuasi” imbuh Inti yang juga Sekretaris FPRB Tabanan.
Selain kompetisi tersebut, juga ada kegiatan lomba mewarnai dan menggambar tingkat Taman Kanak kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) dengan tema kesiapsiagaan Tsunami.
Harapannya, lomba ini dapat memperkuat kesadaran mengenai bencana dengan cara yang sederhana. Dan dapat mereka ingat di usia yang masih dini. Kegiatan lomba tersebut terlaksana di Gedung 4 lantai Tempat Evakuasi Sementara (TES) kelurahan Serangan.
Pada acara penutupan kegiatan ini, Itsuki Nishizawa, Investment and Trade Attaché, Assistant Manager, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, mengatakan komitmen Jepang.
“Jepang tetap berkomitmen untuk bekerja bersama dengan UNDP dan mitra-mitra lainnya untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh dan aman dari bencana”.
Masyarakat yang Siap Siaga Tsunami Amazing Race di Kelurahan Serangan lebih lanjut membuktikan bahwa sekolah, masyarakat, dan pemerintah dapat bekerja bersama untuk membangun sebuah budaya kesiapsiagaan.
Demi mengkombinasikan pendidikan, kerja tim, dan kreativitas, acara ini memperkuat kesadaran dan aksi bersama lintas generasi.
Hal ini melalui kerjasama UNDP dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Pengurangan Risiko Berbasis Komunitas
Di samping itu, Pemerintah Jepang mendorong peningkatan pengurangan risiko bencana berbasis komunitas. Dan Kelurahan Serangan menjadi sebuah contoh baik. “Bagaimana pembelajaran bersama dan partisipasi masyarakat lokal dapat bermanfaat untuk menyelamatkan kehidupan” terang Itsuki.
Selain itu, Sooin Bang Selaku Project Manager (Regional Tsunami Project), UNDP Bangkok Regional, mengapresiasi atas komitmen kuat FPRB Bali dan Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun kerjasama selama ini.
“Pemerintah Jepang menginisiasi peringatan kesadaran (World Tsunami Awareness, red) tahun 2017 diperingati dengan berbagai kegiatan. Tsunami di Jepang tahun 2011 menjadi peringatan dini dan tsunami tahun 2024 sangat minim korban karena sudah berpengalaman, usaha terus menerus” terangnya.
Sooin Bang juga menambahkan, berdasarkan hasil kajian BNPB, Bali berpotensi Tsunami. Mengingat Bali memiliki daerah pesisir yang cukup luas dan Bali merupakan tujuan wisata dunia.
Kesiapsiagaan yang masyarakat Bali miliki adalah kekuatan besar. Dengan komitmen dan kekuatan besar tersebut, wisatawan akan merasa aman berlibur di Bali. Maka Bali menjadi pilihan yang tepat.
Pada saat acara penutupan kegiatan ini, I Putu Suta Wijaya Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Bali berpesan.
“Saya berharap pembelajaran yang kita lakukan hari ini diingat oleh anak-anak. Kesiapsiagaan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Anak-anak belajar dengan melakukan, itu yang membuatnya berbeda. Semoga kegiatan ini membantu mereka untuk mengingat dan melakukan apa yang telah mereka pelajari” ujarnya.






0 Tanggapan
Empty Comments