Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur menggelar kegiatan Sosialisasi Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal di Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Kamis (18/9/2025).
Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua PWA Jawa Timur, Siti Dalilah Candrawati, yang membahas tema pangan B2SA pilar ketahanan keluarga dalam perspektif ekonomi islam.
Dalam pemaparannya, Siti Dalilah atau akrab disapa Candra, menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga ketahanan keluarga melalui pengelolaan sumber daya yang dimiliki. Menurutnya, keluarga yang mampu mengelola masalah dan kebutuhan secara mandiri merupakan fondasi kuat bagi ketahanan ekonomi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Ketahanan ekonomi keluarga adalah pondasi utama. Untuk membangunnya, diperlukan strategi melalui kepemilikan sumber pendapatan dan aset, menjaga keseimbangan gizi dan keamanan dalam konsumsi, memperkuat sistem jaminan dalam keluarga besar dan jejaring sosial, serta menyiapkan sistem jaminan sosial yang berkeadilan,” jelas Candra.
Ia juga menegaskan pentingnya peran ibu-ibu Aisyiyah dalam menyiapkan makanan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Menu B2SA, menurutnya, merupakan kunci dalam mencegah stunting karena mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral dalam komposisi yang tepat.
Ketahanan Pangan
Dalam konteks ajaran Islam, Candra mengutip QS. Al-Baqarah ayat 168, wahai manusia, makanlah dari makanan yang halal lagi baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.
Ia menjelaskan bahwa sumber harta yang halalan thayyiban berasal dari pendapatan dan usaha yang dilakukan secara jujur, ikhlas, dan adil. Keuntungan yang baik adalah yang diperoleh tanpa menipu, tidak merugikan orang lain, dan tidak merusak lingkungan.
“Sering kali kita jumpai rezeki yang halal tetapi tidak thayyib, seperti keuntungan dari bisnis makanan yang tidak sehat, praktik markup berlebihan, atau usaha yang memanfaatkan ketidakberdayaan orang lain. Ini semua harus dihindari,” tegasnya.
Candra juga mengingatkan pentingnya tuntunan perilaku makan dan minum secara Islami. Di antaranya menggunakan tangan kanan, mengucap bismillah, serta menjaga keseimbangan dengan prinsip sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk bernafas, serta tidak makan atau minum sambil berdiri.
Melalui kegiatan ini, MEK PWA Jawa Timur berharap masyarakat, khususnya para ibu Aisyiyah. Mereka dapat menjadi pelopor dalam penerapan konsumsi pangan lokal yang sehat, halal, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dalam bingkai nilai-nilai Islam. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments